Rencana Kenaikan PPN 12 Persen Tuai Protes, Netizen Ramai-ramai Serukan Gaya Hidup Hemat

Belakangan ini rencana pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebanyak 12 persen tengah menjadi sorotan publik.

Rencana Kenaikan PPN 12 Persen Tuai Protes, Netizen Ramai-ramai Serukan Gaya Hidup Hemat
Ramai soal protes kenaikan PPN 12 persen/setkab go.id

INILAHKORAN, Bandung - Belakangan ini rencana pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebanyak 12 persen tengah menjadi sorotan publik.

Di tengah protes tentang rencana menaikkan PPN 12 persen tersebut, netizen beramai-ramai melayangkan protes dengan menyuarakan gaya hidup hemat.

kenaikan PPN ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, dan banyak netizen yang menyuarakan protes mereka tanpa tindakan fisik. 

Salah satunya disampaikan melalui akun X @malesbangunaja yang mengajak netizen untuk mengurangi pembelian barang-barang baru sebagai bentuk protes.

"Yang pengen ganti HP tahan. Yang pengen ganti motor baru tahan. Yang pengen ganti mobil baru tahan. Satu tahun aja, jangan lupa pake semua subsidi, nggak usah gengsi dibilang miskin, itu dari duit kita juga kok," tulis akun tersebut. 

"Mau hukum pemerintah? Gak usah rame, gak usah demo, tahan aja duit lo. Kalo banyak yang melakukan, panik kok mereka, Ada duit lebih, tabung. Intinya hidup bersahaja, sederhana," tambahnya. 

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memyampaikan jika kenaikan tarif PPN menjadi 12 persen pada 2025 bakal tetap berjalan sesuai mandat Undang-Undang (UU). 

"Artinya, ketika kami membuat kebijakan mengenai perpajakan, termasuk PPN ini, bukannya dilakukan dengan membabi buta dan seolah tidak punya perhatian terhadap sektor lain, seperti kesehatan dan bahkan makanan pokok," kata Sri Mulyani. 

"Seperti ketika terjadinya krisis keuangan global dan pandemi, itu kami gunakan APBN," pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati