Rencana Merger Terminal Laladon dengan Bubulak Belum Dibahas Bersama

Rencana Pemkab maupun Pemkot Bogor yang akan melakukan integrasi pelayanan masyarakat  seperti bidang transportasi belum ditindaklanjuti secara teknis oleh Dinas Perhubungan baik Kabupaten maupun

Rencana Merger Terminal Laladon dengan Bubulak  Belum Dibahas Bersama
INILAH, Bogor  – Rencana Pemkab maupun Pemkot Bogor yang akan melakukan integrasi pelayanan masyarakat  seperti bidang transportasi belum ditindaklanjuti secara teknis oleh Dinas Perhubungan baik Kabupaten maupun Kota Bogor.
 
Plt Kepala Dimas Perhubungan Kabupaten Bogor Supriyanto mengatakan dinasnya masih menyiapkan bahan atau materi rapat lanjutan terkait rencana merger Terminal Laladon dengan Terminal Bubulak maupun rencana operasional angkot modern.
 
"Kami masih menghimpun data kajian merger terminal perbatasan yaitu Termimal Laladon dengan Terminal Bubulak dan  juga kemungkinan beroperasionalnya angkot modern di wilayah Kabupaten Bogor," kata Supriyanto kepada wartawan, Selasa (5/2₩
 
Dia menerangkam setelah data-data tersebut dihimpun, maka secepatnya Dinas Perhubungan Kabupaten Kabupaten Bogor akan merapatkan hal tersebut bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor.
 
"Masing-masing Dinas Perhubungan pastinya menyiapkan bahan kajian merger dua terminal ini, rencananya terminal baru ini bertype C agar tetap bisa dikelola Pemerintah Daerah tingkat II hingga baik Kabupaten maupun Kota Bogor tidak kehilangan retribusi atau Pendapatan Asli Daerah (PAD)," terangnya.
 
Terpisah Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Dudi Rukmayadi menjelaskan  diliar rencana merger dua terminal  diatas, Pemkab Bogor juga sudah bersiap-siap untuk menjadikan Terminal Laladon menjadi terminal batas kota type C.
 
"Kami tetap siap apakah merger dua terminal ini dilakukan atau batal dilakukan, saat ini kami sudah memperluas area Terminal Laladon dari 1,8 hektare menjadi 1,92 hektare," terangnya.
 
Dudi menambahkan bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor sudah mengusulkan atau membuat Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Terminal Laladon, rencana tersebut tinggal menunggu persetujuan.
 
"DED revitalisasi Terminal Laladon ini dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada penumpang, kami akan memaksimalkan lahan yang ada dengan fasilitas yang memadai dan memenuhi standar," jelas Dudi.
 
Sambil menunggu dokumen merger dua terminal diatas  Wali Kota Bima Arya Sugiarto juga akan mengajukan permohonan bantuan pembiayaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembangunan Terminal type C ini.
 
"Sambil membahas perencanaan mergert Terminal Laladon dengan Terminal Bubulak, kami juga meminta bantuan dukungan pembiayaan dari Pemprov DKI Jakarta maupun Kementerian Perhubungan," tutur Bima.
 
Alumni Monash University Australia ini melanjutkan sinergi yang dibangun  ini tentunya harus menghasilkan solusi untuk permasalahan-permasalahan. Intinya semua solusi ini nantinya dapat segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kota maupun Kabupaten Bogor.


Editor : inilahkoran