Rencana Pembangunan Stadion Gelora Bandung Barat Batal, Ini Penyebabnya

Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk membangun Stadion Gelanggang Olahraga (Gelora) Bandung Barat di kawasa

Rencana Pembangunan Stadion Gelora Bandung Barat Batal, Ini Penyebabnya
Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk membangun Stadion Gelanggang Olahraga (Gelora) Bandung Barat di kawasan Walini Raya, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB dipastikan gagal.
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk membangun Stadion Gelanggang Olahraga (Gelora) Bandung Barat di kawasan Walini Raya, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB dipastikan gagal.
 
Sebelumnya, stadion yang direncanakan pada saat kepemimpinan Aa Umbara-Hengky Kurniawan itu digadang-gadang bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp 500 miliar.
 
Selain itu, Stadion Gelora Bandung Barat yang tersebut juga digadang-gadang bakal jadi arena untuk perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2022 mendatang.
 
 
Adapun luas area yang direncanakan untuk membangun Stadion Gelora Bandung Barat, yakni seluas 30 hektare dengan skema anggaran yang berasal dari Pemprov Jabar, APBD, dan pihak ke tiga atau CSR.
 
Kendati demikian, rencana pembangunan stadion tersebut ternyata ambyar setelah KCIC menunda pembangunan Walini Raya dan memutuskan membangun stasiun sementara di Padalarang.
 
Tak hanya itu, pembangunan stadion yang digembar-gemborkan Aa Umbara ternyata tak pernah masuk rencana strategis (Renstra) dan RPJMD. 
 
 
Hal itu diungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) KBB, Ludi Awaludin. Ia mengaku, setahu dirinya pembangunan stadion di kawasan Walini tidak masuk dalam rencana strategis (Renstra) dan RPMJD hingga tahun 2023.
 
"Ketika saya lihat di renstra dan RPJMD itu memang tidak masuk," katanya saat ditemui.
 
Ia menegaskan, jadi pembangunan stadion di kawasan Walini itu tidak ada dalam konsep renstra pihaknya.
 
 
Menurutnya, hal itu mungkin karena belum ditindaklanjuti, kalaupun itu jadi 'PR' mungkin ditindaklanjuti dalam renstra selanjutnya.
 
"Namun saya belum memahami konsep Stadion Walini itu seperti apa. Bahkan belum pernah melihat perencanaannya seperti apa," bebernya.
 
Ia menyebut, yang masuk dalam renstra pihaknya justru rencana pembangunan gedung olahraga (GOR) yang rencananya dibangun di Kota Baru Parahyangan.
 
 
"Kalau yang GOR di Kota Baru Parahyangan lokasinya di dekat ini Al- Irsyad, karena legalitasnya sudah jelas," sebutnya.
 
"Untuk anggarannya kita dapat bantuan gubernur (Bangub), namun belum turun," tuturnya.
 
Ia menyebut, konsep GOR tersebut multifungsi, artinya bisa digunakan untuk berbagai kegiatan.
 
"Karena itu yang penting mah, lantaran di KBB belum ada. Kendati masih dalam DED, namun untuk usulan sudah naik. Mudah-mudahan dari gubernurnya segera turun karena sudah terlalu lama," pungkasnya.*** (agus satia negara).***
 
 


Editor : inilahkoran