Resmi, Djanur Ditunjuk Sebagai Direktur Teknik Persib

Djadjang Nurdjaman alias Djanur resmi kembali ke Persib Bandung. Namun bukan sebagai pelatih, melainkan ditunjuk sebagai Direktur Teknik Maung Bandung.

Resmi, Djanur Ditunjuk Sebagai Direktur Teknik Persib
Djadjang Nurdjaman alias Djanur resmi kembali ke Persib Bandung. Namun bukan sebagai pelatih, melainkan ditunjuk sebagai Direktur Teknik Maung Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Djadjang Nurdjaman alias Djanur resmi kembali ke Persib Bandung. Namun bukan sebagai pelatih, melainkan ditunjuk sebagai Direktur Teknik Maung Bandung.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menjelaskan tugas Djanur sebagai Direktur Teknik akan difokuskan pada pembinaan pemain muda. Sebab ini merupakan bagian dari penguatan fondasi masa depan klub.

“Persib saat ini tidak hanya sedang bertransformasi, tetapi juga terus berevolusi dalam berbagai aspek. Salah satu fokus utama kami adalah penguatan sistem pembinaan pemain muda,” ujar Adhit, Jumat, 2 Mei 2025.

Dengan posisinya itu, lanjutnya, Djanur berada di luar struktur tim utama yang saat ini masih ditangani pelatih Bojan Hodak. Namun perannya sangat penting karena mendukung penguatan tim secara keseluruhan.

“Kami membutuhkan sosok yang memahami secara mendalam kultur sepakbola Bandung dan memiliki pengalaman melatih di level tertinggi. Kami yakin, Djadjang Nurdjaman adalah figur yang tepat untuk mengemban tugas ini,” katanya.

Selain itu, Djanur juga akan bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan pemain muda, serta mencari dan mengembangkan bibit-bibit unggul yang potensial untuk menjadi bagian dari regenerasi pemain.

“Peran Direktur Teknik sangat penting dalam memberikan arahan yang tepat terkait pembinaan pemain usia muda. Kurikulum yang disusun juga akan melengkapi sistem yang telah berjalan di Akademi Persib, sekaligus menjadi acuan dalam pengembangan sepakbola usia dini di Kota Bandung,” jelas Adhit.

Sementara itu, Djanur pun menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan Persib Bandung kepadanya. Kali ini sebagai Direktur Teknik.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Persib Bandung Bermartabat yang telah mempercayakan saya sebagai Direktur Teknik. Ini adalah kebanggaan dan penghargaan besar bagi saya. Darah saya adalah Persib. Sejak menjadi pemain hingga pelatih, saya selalu bersama klub ini, meskipun sempat berkiprah di beberapa klub lain,” ucap Djanur.

Djanur memastikan akan berupaya menjalankan tugasnya dengan baik. Yakni dengan fokus membina talenta muda, menyusun kurikulum pembinaan, serta memastikan sistem yang diterapkan mampu mencetak pemain berkualitas untuk masa depan Persib.

“Insya Allah, saya akan memberikan yang terbaik. Semoga proses pembinaan ini berjalan lancar, mulai dari penyusunan kurikulum hingga pelaksanaannya di lapangan,” harapnya.

Menurut Djanur, potensi pemain muda di Kota Bandung dan Jawa Barat sangat besar. Namun, lebih dari sekadar kemampuan teknis, pemain muda Persib juga harus memiliki karakter dan akhlak yang baik.

“Keinginan untuk menjadi pemain Persib pasti ada di hati anak-anak muda Bandung dan Jawa Barat. Tapi untuk bisa benar-benar menjadi bagian dari Persib, mereka harus siap secara fisik, mental, dan juga memiliki karakter serta budi pekerti yang baik,” tegasnya.

Diketahui, Djanur bukanlah sosok asing di Persib. Ia bahkan berhasil mempersembahkan trofi juara baik sebagai pemain, asisten pelatih hingga pelatih. 

Sebagai pemain, ia berhasil mempersembahkan trofi juara untuk Persib saat Kompetisi Perserikatan pada tahun 1986, 1989-1990 dan 1993-1994.

Lalu sebagai asisten pelatih, ia juga mempersembahkan trofi saat Persib menjuarai Divisi Utama pada 1993-1994 dan Liga Indonesia Perdana Ligina pada 1994-1995. 

Pada 2006 dan 2007, ia beberapa kali dipercaya sebagai caretaker pelatih saat terjadi pergantian di kursi kepelatihan. Hingga akhirnya, menjelang musim Indonesia Super League (ISL) 2013, Djanur resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala.

Di tangan Djanur, Persib menorehkan juara di Celebes Cup 2012, juara ISL 2014, dilanjutkan dengan kemenangan di Piala Presiden 2015, Piala Wali Kota Padang 2015. 

Torehan ini menempatkan Djanur sebagai sosok kedua yang mampu membawa Persib juara baik sebagai pemain maupun pelatih, mengikuti jejak mendiang Ade Dana.

Djanur juga sempat menimba ilmu kepelatihan di Inter Milan selama hampir setengah tahun sebelum kembali menukangi Persib pada pertengahan musim Indonesia Soccer Championship 2016, menggantikan Dejan Antonic. Ia kemudian melanjutkan tugas hingga Liga 1 2017, sebelum mengundurkan diri menjelang akhir kompetisi.

Delapan tahun berselang, Djanur kembali ke rumah yang telah membesarkan namanya. Kini, ia mengemban amanah baru sebagai Direktur Teknik, membawa serta semangat dan pengalaman panjangnya untuk membangun masa depan Persib.


Editor : JakaPermana