Resmi, Luizinho Passos Memutuskan Berpisah dengan Persib Bandung

Ucapan selamat tinggal tak hanya dilakukan para pemain Persib Bandung seiring berakhirnya Liga 1 2024/2025. Kali ini dilakukan Luizinho Passos.

Resmi, Luizinho Passos Memutuskan Berpisah dengan Persib Bandung
Ucapan selamat tinggal tak hanya dilakukan para pemain Persib Bandung seiring berakhirnya Liga 1 2024/2025. Kali ini dilakukan Luizinho Passos.

INILAHKORAN, Bandung - Ucapan selamat tinggal tak hanya dilakukan para pemain Persib Bandung seiring berakhirnya Liga 1 2024/2025. Kali ini dilakukan Luizinho Passos.

Luizinho Passos yang merupakan pelatih kiper Persib Bandung ini memutuskan berpisah dalam akun instagram pribadinya. 

“Hari ini, dengan berat hati, saya mengucapkan selamat tinggal pada bab yang sangat istimewa dalam hidup saya. Lima tahun terakhir ini telah intens dan tak terlupakan, penuh dengan gairah, dedikasi, dan rasa memiliki yang mendalam,” tulis Luizinho Passos, Jumat, 23 Mei 2025.

Namun, lanjutnya, semuanya berubah. Pelatih kiper asal Brasil ini harus memutuskan untuk meninggalkan Persib Bandung yang sudah ditanganinya sejak 2020 lalu.  

“Aku tidak hanya mengucapkan selamat tinggal pada klub, aku meninggalkan kota yang menjadi rumah, orang-orang yang menjadi keluarga, dan basis penggemar yang menunjukkan arti sebenarnya dari cinta tanpa syarat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ini adalah tahun-tahun dari banyak pertempuran, kemenangan, pelajaran dan pertumbuhan. Setiap menang, kekalahan dirayakan dengan segenap hati dan setiap tantangan dihadapi dengan keberanian dan kesatuan.

“Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan anda. Energi dari stand, kebaikan di setiap pertemuan, kata-kata dorongan, semua itu mendorong saya untuk memberikan yang terbaik saya setiap hari,” tambahnya.

Passos pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Persib Bandung atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan. Ia mengaku merasa terhormat bisa bekerja sebagai pelatih kiper. 

“Tapi kepada penggemar Bobotoh saya menawarkan saya yang paling tulus dan emosional "terima kasih." Anda adalah bahan bakar di masa sulit, tepuk tangan di saat-saat kemuliaan, kenyamanan kekalahan, dan kehadiran konstan di sepanjang jalan. Aku membawa setiap nyanyian, setiap bendera, setiap pandangan emosional dari tribun. Aku pergi dengan bangga mengenakan warna-warna dan terhormat telah menjadi bagian dari cerita ini,” tulisnya mengakhiri.


Editor : JakaPermana