Rotasi dan Mutasi di Pemkot Bogor Segera Dilakukan, Ini Kriteria Pejabat yang Dibutuhkan
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim segera melakukan rotasi dan mutasi di Pemkot Bogor. Kriteria pejabat yang diinginkan yakni mereka yang memiliki kemampuan membantu menjalankan program-program pusat di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim segera melakukan rotasi dan mutasi di Pemkot Bogor. Kriteria pejabat yang diinginkan yakni mereka yang memiliki kemampuan membantu menjalankan program-program pusat di Kota Bogor.
Setelah dilakukan assessment pejabat di lingkungan Pemkot Bogor, Dedie sudah mengantongi nama-nama yang akan masuk dalam proses rotasi dan mutasi di Pemkot Bogor. Rotasi juga akan dilakukan kepada pejabat yang telah menduduki satu posisi lebih dari 5 tahun.
"Sedang berproses ya, sedang kami diskusikan, sedang mencari format yang paling tepat untuk rotasi dan mutasi di Pemkot Bogor. Tentu saja ada prioritas-prioritas. Termasuk juga saya perlu dibantu untuk berbagai program yang non struktural," ungkap Dedie kepada INILAHKORAN, Senin 21 April 2025.
Dedie melanjutkan, ada program-program pemerintah pusat, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), kemudian sekolah rakyat, sekolah Garuda dan koperasi merah putih. Program-program itu tidak terstruktur didalam kedinasan di Pemkot Bogor.
"Saya perlu dibantu untuk mewujudkan itu, perlu ada langkah-langkah tertentu yang khusus dan nantinya bisa membantu saya langsung didalam mewujudkan misalnya MBG. Kan bukan kewajiban dari kedinasan, tapi secara kepemerintahan kita harus menurunkan Asta Citanya Pak Prabowo Subianto," terang Dedie.
"Nah, saya juga sedang berfikir, siapa-siapa saja yang bisa bantu saya untuk mewujudkan semua itu. Apalagi target pencapaian ekonomi kita di 8 persen," tambah Dedie.
Dedie memaparkan, dalam target pencapaian ekonomi tidak mungkin hanya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau di bagian perekonomian.
"Tetapi saya perlu orang-orang yang membantu saya tadi. Langkah-langkah apa saja yang harus diambil, komunikasi dengan siapa saja. Kepada stakeholder apa saja, dorongan-dorongan ini bisa mewujudkan Asta Citanya Presiden RI Prabowo Subianto," papar Dedie.
Tentunya Dedie menegaskan, hal-hal itu bisa berimplikasi positif bagi masyarakat Kota Bogor. Perihal hasil assessment pejabat Pemkot Bogor, sudah tergambar, merek-mereka yang sudah menduduki posisi-posisi tertentu sebetulnya sudah teruji.
"Assessment ini hanya sebagai evaluasi, jadi tidak ada urusan-urusan like or dislike. Tetapi ini langkah profesional keSDM-an Pemkot Bogor," tegasnya.
Dedie menjelaskan, tidak banyak rotasi yang dilakukan dalam waktu dekat. Yang pasti menyegarkan pejabat yang sudah menduduki posisi tertentu lebih dari 5 tahun.
"Tidak banyak lah, rotasinya. Kan tidak mungkin orang sudah 7 tahun di posisi yang sama. Orang kesel kali, untuk penyegaran. Biasa saja, jangan dimasukin ke hati," jelasnya.
Untuk informasi, ada empat posisi pejabat eselon II yang perlu diisi yaitu satu posisi Staff Ahli, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asperbang), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor.
Editor : Doni Ramdhani


