Rumah Yatim Berdayakan 500 Bunda Yatim di 19 Provinsi, Dorong Kemandirian Ekonomi

Rumah Yatim meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi 500 Bunda Yatim di 19 provinsi melalui pelatihan, modal usaha, dan pendampingan berkelanjutan.

Rumah Yatim Berdayakan 500 Bunda Yatim di 19 Provinsi, Dorong Kemandirian Ekonomi
Bukan bantuan saja, tapi pemberdayaan, sebanyak 500 Bunda Yatim di 19 Provinsi dilatih, diberi modal dan didampingi punya usaha sendiri.

INILAHKORAN.ID – kemandirian ekonomi ibu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung masa depan anak. Berangkat dari pemikiran tersebut, Rumah Yatim meluncurkan Program Ekonomi Pemberdayaan Bunda Yatim untuk membantu para ibu dari keluarga yatim membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga membekali para Bunda Yatim dengan keterampilan, modal usaha, serta pendampingan agar mampu menopang kebutuhan keluarga secara mandiri.

Program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai kendala yang dihadapi para ibu dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan akses permodalan, keterampilan, pemasaran, hingga pendampingan bisnis.

Sebanyak 500 Bunda Yatim di 19 provinsi menjadi sasaran program yang berlangsung selama satu tahun. Tahapannya meliputi identifikasi peserta, pelatihan, pemberian modal usaha, pendampingan berkelanjutan, hingga pemantauan perkembangan usaha.

Melalui rangkaian tersebut, Rumah Yatim berharap usaha yang dirintis para peserta tidak hanya dapat dimulai, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang.

Dukungan yang diberikan mencakup pelatihan keterampilan produktif, seperti menjahit, kuliner, dan kerajinan tangan. Peserta juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital, akses permodalan, pendampingan usaha dan psikososial, pemeriksaan kesehatan berkala, serta dukungan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.

Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani, mengatakan program ini memiliki tujuan lebih jauh daripada sekadar menyalurkan bantuan, yakni mendorong kemandirian ekonomi para ibu dari keluarga yatim.

“Kami ingin pemberdayaan Bunda Yatim tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi menjadi proses yang membuka kesempatan bagi mereka untuk memiliki usaha, meningkatkan pendapatan, dan semakin percaya diri dalam menopang kebutuhan keluarganya,” kata Sani, Sabtu (10/10/2026).

Ia menambahkan, kemandirian ekonomi ibu dapat membantu memperkuat fondasi keberlanjutan pendidikan dan masa depan anak-anak mereka.

“Ketika seorang Bunda Yatim semakin mandiri, keberlanjutan pendidikan dan masa depan anak-anaknya juga memiliki fondasi yang lebih kuat,” ujarnya.

Sani mengatakan, Rumah Yatim membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, media, hingga masyarakat umum.

Menurutnya, dukungan terhadap program tersebut tidak terbatas pada pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), tetapi juga dapat berupa pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, akses pasar, layanan kesehatan, serta berbagi keahlian dan waktu.

Rumah Yatim berharap kolaborasi tersebut dapat membangun ekosistem pendukung yang memungkinkan usaha para peserta terus berkembang meskipun program telah berakhir.

“Kami percaya pemberdayaan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan bersama. Setiap dukungan, baik dana, keahlian, akses pasar, jaringan, maupun waktu, dapat menjadi jalan bagi Bunda Yatim untuk bangkit dan membangun masa depan keluarganya,” tutur Sani.


Editor : Ahmad Sayuti