Rute Penerbangan Halim ke Tasikmalaya Ditargetkan Kembali Mengudara Akhir Oktober
Pemkot Tasikmalaya mendorong reaktivasi penerbangan rute Halim Perdanakusuma menuju Tasikmalaya. Penerbangan ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Oktober.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Tasikmalaya mendorong reaktivasi penerbangan rute Halim Perdanakusuma menuju Tasikmalaya. Penerbangan tersebut ditargetkan kembali beroperasi pada akhir Oktober 2026.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, upaya reaktivasi penerbangan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk diaspora Kota Tasikmalaya, Kementerian Perhubungan, Lanud, hingga Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
"Kita memprogres reaktivasi penerbangan yang dari Halim ke Kota Tasikmaya, alhamdulillah banyak dukungan dari diaspora Kota Tasikmalaya," ujar Viman saat ditemui di bale Kota Tasikmalaya, Jumat (2/10/2026).
Menurut Viman, pembahasan reaktivasi penerbangan juga telah dilakukan bersama Wakil Jaksa Agung, Wakil Menteri Perhubungan, serta pihak maskapai. Salah satu maskapai disebut tengah memperluas segmennya dari penerbangan kargo ke penumpang.
"Kemarin kita rapat bersama dengan Wakajagung, Pak Wamenhub, dan kemudian juga hadir maskapai. Ada salah satu maskapai yang memang maskapai ini baru melebarkan segmennya dari kargo ke penumpang, mudah-mudahan ini bisa dilakukan percepatan, karena ini ada satu kesamaan tujuan," katanya.
Maskapai tersebut, lanjut Viman, berencana membuka pasar penerbangan penumpang dengan Kota Tasikmalaya menjadi salah satu lokasi pilot project.
"Jadi maskapai ini pun ingin membuka pasar ke penumpang, dan Kota Tasikmalaya dijadikan salah satu pilot projectnya," ujarnya.
Viman menyebut dukungan pemerintah pusat dan Lanud menjadi modal penting dalam rencana tersebut. Pemkot Tasikmalaya, kata dia, tidak semata-mata mengejar keuntungan dari operasional penerbangan, tetapi ingin membuka kembali akses transportasi udara yang dinilai dapat memperkuat posisi Kota Tasikmalaya sebagai pusat kegiatan ekonomi di kawasan Priangan Timur.
"Tujuannya kita tidak ambil untung rugi dulu, tapi membuka akses ke Kota Tasikmalaya agar Kota Tasikmalaya ini betul-betul bisa menjadi pusat ekonomi dan episentrum di Priangan Timur," kata Viman.
Dia mengingatkan, penerbangan Jakarta-Tasikmalaya sebelumnya pernah beroperasi pada 2017 dan 2020. Menurutnya, saat itu respons masyarakat terhadap layanan penerbangan cukup baik.
"Dulu 2017 dan 2020 penerbangan sempat ada, dan animonya sangat baik," ujarnya.
Viman optimistis potensi penumpang saat ini cukup besar, terutama dengan tingginya mobilitas masyarakat dari Jakarta menuju Tasikmalaya.
"Hari ini saya yakin antusias yang bermobilisasi dari Jakarta ke Kota Tasik akan lebih dari 2017 dan 2020," katanya.
Dia berharap reaktivasi dapat terealisasi pada momentum yang tepat, terutama jika penerbangan sudah kembali tersedia pada Oktober atau November. Momentum tersebut dinilai dapat membantu membangun pasar karena berdekatan dengan periode libur akhir tahun hingga rangkaian Ramadan dan Idulfitri.
"Memang di akhir Oktober ini ingin sudah bisa penerbangan. Pesawatnya yang 19 seat tapi masih nyaman," ujar Viman.
Untuk tahap awal, penerbangan akan mempertimbangkan hari-hari dengan potensi penumpang tinggi. Jumat, Sabtu, dan Minggu menjadi hari yang diprioritaskan.
Sementara terkait kemungkinan subsidi pemerintah, Viman mengatakan aspek regulasi masih perlu dikaji. Pemkot Tasikmalaya memilih melihat rencana tersebut dari sisi bisnis serta mengedepankan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar tarif penerbangan tetap terjangkau.
"Terkait subsidi dari pemerintah memang kita hari ini secara aturan itu masih abu-abu, tapi kami itu melihat ke faktor aspek bisnisnya dan kolaborasi dari semua stakeholder, sehingga harganya di sana bisa terjangkau," katanya.
Viman menambahkan, fasilitas di Bandara Wiriadinata dinilai telah siap mendukung rencana penerbangan kembali. Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya juga disebut memberikan dukungan terhadap rencana reaktivasi tersebut.
"Fasilitas sudah ready kalau bandara," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

