Saddil Ramdani dan Sosok Ibu Tak Pernah Pergi dari Doa
Di lapangan hijau, Saddil Ramdani dikenal sebagai sosok yang berani, cepat, dan penuh determinasi. Namun jauh sebelum sorak tribun bergemuruh dan kamera menyorot setiap geraknya, ada satu sosok yang selalu lebih dulu hadir dalam setiap langkahnya. Dia adalah seorang ibu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di lapangan hijau, Saddil Ramdani dikenal sebagai sosok yang berani, cepat, dan penuh determinasi. Namun jauh sebelum sorak tribun bergemuruh dan kamera menyorot setiap geraknya, ada satu sosok yang selalu lebih dulu hadir dalam setiap langkahnya. Dia adalah seorang ibu.
Bukan lewat instruksi taktik atau tepuk tangan di sisi lapangan, melainkan melalui doa-doa sunyi yang mengalir tanpa henti. doa yang selalu lebih dulu tiba, bahkan sebelum keringat Saddil jatuh membasahi rumput stadion.
Setiap tanggal 22 Desember, peringatan Hari Ibu datang bukan sekadar sebagai seremoni tahunan. Ia menjadi momen refleksi tentang figur yang sering berdiri di balik layar, namun memegang peran paling besar dalam membentuk arah hidup seorang Saddil.
Bagi Saddil Ramdani, Hari Ibu memiliki arti yang jauh lebih personal. Di balik akselerasinya menyisir sisi lapangan dan keberaniannya menantang lawan satu lawan satu, ada sosok Waode Dai, sang ibunda, yang tak pernah lelah mengirimkan doa dan harapan.
"Peran ibu dalam karier saya itu sangat besar. Cintaku, kebahagiaanku, perjuanganku, semua berasal dari beliau. Itu sesuatu yang tidak bisa saya gambarkan dengan kata-kata," ucap Saddil.
Dalam perjalanan panjangnya sebagai pesepakbola profesional, Saddil tak pernah lupa dengan doa-doa sederhana yang dulu sering ia panjatkan. doa tentang harapan, tentang masa depan, dan tentang satu keinginan yang selalu sama yaitu membuat ibunya hidup bahagia dan berkecukupan.
Winger Persib Bandung ini bersyukur memiliki sosok ibu yang tak hanya memberi dukungan, tetapi juga cinta tanpa syarat, cinta yang membuat langkahnya tetap tegak meski jalan yang ditempuh tak selalu mudah.
“Aku bersyukur punya ibu yang selalu memberi dukungan dengan cinta. Beliau membuat harapanku tetap cerah. Aku mencintaimu, Ibu,” kata Saddil dengan penuh ketulusan.
Di momen Hari Ibu ini, Saddil tak meminta banyak. Doanya sederhana, namun sarat makna. Ia hanya berharap sang ibunda selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan umur panjang agar bisa terus mendampingi setiap fase hidupnya, baik sebagai seorang anak maupun sebagai pemain sepak bola profesional.
“Semoga ibu selalu sehat dan bahagia. Aku ingin terus membuatnya tersenyum. Ibu adalah kekuatan cinta dan senyum yang tidak akan pernah pudar,” tutup Saddil.
Editor : JakaPermana

