"Kreativitas bisa kita hadirkan dalam menyelesaikan masalah keseharian," kata
ARFI rafnialdi saat mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah
Kota Bandung pada Jumat 28 Juni 2024.
Peran mahasiswa, dinilai ia sangat penting dalam membangun ekosistem kreatif daerah. Terlebih, Indonesia tengah dihadapkan tantangan
Bonus Demografi yang menuntut usia produktif penduduk untuk lebih berdaya.
"Berbicara Indonesia emas, bukan bicara orang lain. Tetapi tentang mereka sendiri. Mereka kita tantang untuk bisa mengembang diri supaya bisa menjadi pilar yang menguatkan bangsa," ucapnya.
Arfi menuturkan, ekonomi kreatif terbukti berperan besar terhadap ekonomi nasional. Di 2022, kontribusinya terhadap PDB nasional mencapai Rp 1.280 triliun, dengan kontribusi tenaga kerja sektor ekonomi kreatif mencapai 17,7 persen.
Dalam konteks
Kota Bandung, Arfi menyebut ekosistem kreatif masih jadi lokomotif ekonomi yang patut dikembangkan. Contohnya, ekistensi Sentra Rajut Binongjati dan Tahu Cibuntu masih berperan dalam menyerap lapangan kerja.
"Jadi bukan hanya produknya, tapi dari ekosistem yang ada sudah menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Bandung. Ini bisa jadi penggerak ekonomi yang diandalkan dan harus dimanfaatkan betul," ujar dia.
Namun demikian, pihaknya berpendapat apabila kondisi tersebut tidak akan berkembang jika tidak ada dorongan dari pemerintah. Padahal, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi.
"Bandung itu punya daya kreativitas tinggi. Urusan kuliner saja banyak yang baru. Tapi tentu perkembangan kreativitas dunia usaha akan berkelanjutan, jika upaya serupa dilakukan para pemimpin dan para penggerak birokrasi," ucapnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto berharap, pengalaman dan jam terbang
ARFI rafnialdi dalam lingkup birokrasi bisa memberi gambaran kepada para mahasiswa tentang pentingnya kebijakan publik dalam menciptakan ekosistem kreatif.
"Kang Arfi kan anak muda kreatif, dan sejak lama berkiprah di pemerintahan di Bandung dan Jawa Barat. Mudah-mudahan ke depan, bisa melahirkan pelayanan publik yang inovatif serta memahami masyarakat dan efektif dalam mengatasi persoalan yang dihadapi Bandung," kata Herry Suhardiyanto. ***