Sanggar Baskara Gamada Tampil Percaya Diri di Festra 2025

Festival Tradisional Citra Pusaka atau Festra 2025 yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Listra Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berlangsung meriah pada Jumat, 28 November 2025.

Sanggar Baskara Gamada Tampil Percaya Diri di Festra 2025
Festival Tradisional Citra Pusaka atau Festra 2025 yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Listra Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berlangsung meriah pada Jumat, 28 November 2025.

INILAHKORAN. Bandung- Festival Tradisional Citra Pusaka atau Festra 2025 yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Listra Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berlangsung meriah pada Jumat, 28 November 2025.

Kompetisi tari tingkat Jawa Barat tersebut, menjadi ajang adu keterampilan puluhan sanggar dan sekolah termasuk Sanggar Baskara Gamada Bandung yang baru berusia setahun.

Pendiri Sanggar Baskara Gamada, Shandy Nadia Puji Aulia mengatakan, keikutsertaan mereka di Festra tahun ini sekaligus menjadi tolak ukur perkembangan kemampuan anak didiknya.

“Cukup seru, karena ini tingkat Jawa Barat. Kita bertanding dengan sanggar-sanggar lain dan sekolah-sekolah lain, sehingga kita bisa mengukur kemampuan anak-anak kita di Festra 2025 . Satu tim isinya lima orang,” kata Shandy Nadia Puji Aulia di Auditorium Lokantara Budaya RRI Kota Bandung, pada Jumat 28 November 2025.

Meski formasi tim mereka lebih kecil dibanding peserta lain, ia mengatakan hal itu tidak mengurangi semangat anak-anak binaannya. “Dibandingkan yang lain mungkin kecil ya, tapi kami tetap menyikapi dengan positif. Yang penting kualitas tampilannya,” ucapnya.

Ia menuturkan, latihan dilakukan dengan fasilitas sederhana dimana sebagian besar di rumah miliknya. Sesekali mereka berlatih di sekolah yang bekerja sama untuk persiapan lomba. “Latihannya di rumah saja, dengan fasilitas seadanya. Kadang di sekolah juga, seperti di SMPN kalau ada persiapan lomba-lomba tingkat Jawa Barat,” ujar dia.

Sanggar Baskara Gamada berdiri pada 24 September 2024 dan kini beranggotakan sekitar 40 anak. Namun, hanya lima yang tampil di Festra sesuai format penilaian. Shandy menyebut, sanggar itu ia dirikan sebagai upaya meneruskan kecintaannya pada tari tradisional.

“Ilmu yang saya bawa dari kecil ingin saya kembangkan, dan saya sharing ke anak-anak supaya bisa jadi bekal prestasi mereka di masa depan. Kami selalu rampak, selalu kompak dan anak-anak juga berkompetitif secara sehat,” tutur Shandy.

Salah satu anggota, Anneyka Noer Emelly mengaku antusias mengikuti ajang tersebut. “Senang banget. Tadi juga diajar nari selain Jaipong. Selesai tampil langsung jajan-jajan,” kata Anneyka Noer Emelly.

Anneyka dan rekan-rekannya Keyra Cikal Purnama, Kaisha Mulya Rafsanjani, Sarah Alkhanza Ramdhani, Alviana dan Nadira telah beberapa kali tampil di berbagai acara seperti Pasundan Banjaran, Summarecon Mall, Galuh Pakuan hingga Transmart.

“Saingannya keren-keren, tapi tetap percaya diri. Tadi bawa tarian bertema Nusantara, tradisional. Tampil 7 menit, dan alhamdulillah sempurna,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festra 2025, Emmanuella Sherafina mengatakan, lomba tahun ini diikuti 25 tim dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kompetisi dibagi ke dua kategori yakni A untuk usia 6-15 tahun dan B untuk usia 16-25 tahun.

“Harapan kami, Festra 2025 dapat memberikan kesan dan pesan positif bagi semua pihak. Naik peserta maupun panitia,” kata Emmanuella Sherafina.

Babak penyisihan berlangsung pada 28 November, disusul final dan malam puncak pada 29 November. Penghargaan mencakup juara 1, 2, 3 juara harapan 1-3, dan best costume dan juara favorit di tiap kategori.***


Editor : JakaPermana