Santri Pondok Pesantren Ternyata Juga Tusuk Istri Pemilik Warung di Baleendah yang Sedang Hamil, Untungnya...
Santri pondok pesantren di Kabupaten Bandung tak hanya menusuk AK. Dia juga melakukan hal serupa terhadap istri pemilik warung di Baleendah yang sedang hamil.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Soreang – santri pondok pesantren di Kabupaten Bandung tak hanya menusuk AK. Dia juga melakukan hal serupa terhadap istri pemilik warung di Baleendah yang sedang hamil.
Kapolresta Bandung, Kombes kusworo wibowo menyebutkan MAZ, santri pondok pesantren di Kabupaten Bandung itu, tak hanya menusuk pemilik warung AK. Istri AK yang mengandung jabang bayi empat bulan juga jadi korban.
Istri AK jadi sasaran karena mencoba melerai aksi MAZ yang menikam suaminya itu. Untungnya, istri AK dan bayi di dalam kandungannya berhasil selamat.
“Korban yang meninggal bapak pemilik warungnya. Pisau, sandal dan masker milik tersangka tertinggal di TKP. Tersangka pun langsung melarikan diri,” kata Kusworo Wibowo di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis 5 Oktober 2023.
Aksi penusukan yang dilakukan santri pondok pesantren di Kabupaten Bandung itu terjadi di Kecamatan Baleendah, pada 22 September 2023 lalu sekitar pukul 01.00 WIB. Seminggu kemudian, dia ditangkap aparat Satuan Reskrim polresta bandung.
Kusworo Wibowo mengatakan, penusukan yang dilakukan MAZ terhadap korbannya AK dan istrinya, bermula setelah tersangka mengalami perundungan (bullying) dalam bentuk body shamming dari teman-temannya di pondok.
“Tersangka keluar dari kawasan pondok dengan melompat pagar dengan maksud jalan-jalan untuk melepas penat,” kata Kusworo, di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, 5 Oktober 2023.
Dalam perjalanan itulah, dia kemudian melihat sebuah warung yang masih buka dan mampir. Sialnya, MAZ merasa mendapatkan tatapan sinis dari pemilik warung sehingga melakukan penikaman, membuat AK meninggal.
Kusworo pun menegaskan, memang awalnya tidak ada niatan jahat dari tersangka. Sehingga pihaknya tidak menerapkan pasal pembunuhan berencana.
“Ini yang menjadi perhatian kami. Kami tak henti-hentinya mengimbau dan menyosialisasikan kepada para pelajar agar tidak melakukan aksi bullying karena dampaknya terhadap korban bisa sangat besar,” katanya.
Kusworo juga meminta kepada setiap pelajar yang menjadi korban bullying untuk berani melapor kepada guru dan orang tua, agar bisa ditinggal lanjuti untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan terjadi. (rd dani r nugraha)
Editor : Zulfirman
