Satu Madrasah di Sidoarjo Lakukan Kecurangan UN Secara TSM

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menemukan kecurangan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada jenjang SMP dan setingkat secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Satu Madrasah di Sidoarjo Lakukan Kecurangan UN Secara TSM
Ilustrasi (Net)

INILAH, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menemukan kecurangan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada jenjang SMP dan setingkat secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Abror, Sidoarjo, Jawa Timur.

Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R Luddin mengatakan, kecurangan yang terjadi di MTs Al-Abror dilakukan dengan cara menggunakan aplikasi Tight VNC Connection, Team Viewer, dan Ultra Viewer yang berfungsi mengendalikan komputer peserta UNBK.

Dia menjelaskan, para pelaku kecurangan membuat koneksi ke ruangan sebelah tempat pelaksanaan UNBK. Mirisnya, para siswa yang terlibat bekerja sama dengan para guru mereka. Seolah-olah para peserta yang mengerjakan soal UNBK, padahal para gurulah yang bekerja keras di ruangan sebelah mereka.

“Bahkan mereka sampai menjebol dinding kelas. Awalnya kami kira itu sambungan kabel listrik, ternyata sambungan internet,” kata Muchlis kepada wartawan saat jumpa pers hasil Ujian Nasional di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Akibat peristiwa kecurangan ini, Kemendikbud akan menindak tegas para siswa yang diduga terlibat dengan mengosongkan nilai mata pelajaran yang dicurigai telah mereka curangi. Kemendikbud juga akan menggandeng Kementerian Agama dan Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) untuk mengetahui motif di balik alasan madrasah tersebut melakukan kecurangan.

“Untuk informasi sementara, mereka ingin sekolah mereka masuk sekolah bergengsi, karena bisa menghasilkan nilai UN bagus. Ada juga yang bilang upaya membantu anak didik, tapi caranya tidak benar,” ucap Muchlis.

Sementara, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menjelaskan, akan ada ujian ulang bagi siswa yang telah ditetapkan menerima sanksi curang, demi menghindari nilai kosong (nol) dalam Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) mereka.

Karena itu, dalam pengumuman hasil UN di satuan pendidikan yang dilaksanakan hari ini (28/5/2019), siswa curang tersebut tidak akan menerima nilai, sampai selesai mengikuti ujian ulang.

“Ujian ulang dilaksanakan 12 Juni sebelum PPDB. Dan secara teknis, akan dilaksanakan oleh Puspendik. Mereka juga tidak akan mendapatkan nilai maksimum, sebagai bentuk hukuman edukatif,” jelas Bambang. (Daulat Fajar Yanuar)


Editor : suroprapanca