SBM ITB dan Taco Resmi Gulirkan Program Pendidikan Inklusi Mini SBM ITB
SBM ITB dan PT Tangkas Cipta Optimal secara resmi meluncurkan program pendidikan inklusi bagi masyarakat atau mahasiswa kurang mampu bernama Program SBM Mini. Sebanyak 60 peserta berhasil lolos seleksi dalam tahap pertama program
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung- Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) secara resmi menggulirkan program pendidikan inklusi yang diperuntukan bagi mahasiswa dari kalangan kurang mampu lewat program Mini SBM ITB.
Kolaborasi SBM ITB dan PT Taco dalam program Mini SBM ITB:Semua Bisa Belajar di SBM ditandai dengan penandatanganan kerjasama kedua lembaga tersebut di Kampus SBM ITB, Jumat 20 Oktober 2023.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Ir. Ignatius Pulung Nurprasetio, Vice President dari PT. Tangkas Cipta Optimal (Taco), Irwan Dewanto, Donald Crestofel Lantu, Yunieta A. Nainggolan, Radeya Pranata Ketua IA SBM, serta Rangga Muslim Ketua IA MBA ITB.
Lewat kolaborasi Program Mini SBM ITB tersebut, baik SBM ITB maupun PT Taco bertekad untuk dapat memberikan kemanfaatan lebih dan membuka ruang pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berbasis ketrampilan.
Program Mini SBM ITB juga diluncurkan sebagai bagian dari kepedulian SBM ITB terhadap pendidikan yang inklusi dan menghasilkan tenaga kerja siap pakai bagi kalangan dunia usaha.
Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Ir Ignatius Pulung Nurprasetio mengatakan, sebagai sekolah bisnis dengan akreditasi AACBS, pihaknya berharap SMB ITB juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Karenanya, dihadirkanlah program Mini SBM ITB yang fokus untuk memberikan kesempatan kuliah bagi mahasiswa dari kalangan tidak mampu.
"Kami sebagai sekolah bisnis dengan akreditasi AACSB sedang menggalakkan program societal impact, bagaimana keberadaan kami dapat bermanfaat secara sosial bagi masyarakat. Khususnya bagi underprivilege community, sehingga mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan kesempatan kerja di perusahaan yang kompetitif," ungkap Ignatius usai penandatanganan kerjasama.
Menurut Ignatius Pulung, setidaknya ada dua poin yang harus digarisbawahi dalam program ini yakni upgrading dari sisi peserta untuk lebih menjadi tenaga unggul serta keberadaan mentor yang akan membantu proses pembelajaran.
"Dalam Mini SBM ini setidaknya ada dua poin yang dapat digarisbawahi, yang pertama, akan ada upgrading dari sisi peserta, kompetisi mereka dapat naik, posisi tawar dapat naik, sehingga dapat masuk pasar kerja dengan posisi yang relatif lebih baik dari segi ekonomi serta keterampilan. Yang kedua, adalah keberadaan mentor yang akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih aktif," ungkapnya.
Ignatius menambahkan, program Mini SBM ITB akan dilaksanakan selama kurang lebih 12 bulan, dengan 6 bulan belajar secara online dengan pengajar terbaik di SBM, dilanjutkan 6 bulan kesempatan magang bersama dengan TACO.
Dalam prosesnya, kurikulum pembelajaran disusun bersama dengan kedua belah pihak agar sesuai dengan kebutuhan industri. "Ini adalah program pertama yang dilaksanakan oleh SBM ITB dengan antusiasme yang sangat tinggi. Ada 169 yang berpartisipasi, kemudian diseleksi menjadi 60 peserta yang akan mengikuti pembelajaran," paparnya.
Sementara itu, Vice Precident PT Taco, Irwan Dewanto menambahkan, meningkatkan SDM Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Karena itulah, pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi dengan SBM ITB tersebut. "Seperti saya sampaikan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas semua pihak, dan disini TACO ingin berkontribusi," tegas Irwan Dewanto.
Dia menjelaskan, ide awal program Mini SBM ITB sebenarnya bermula dari diskusinya dengan Pak Donald Crestofel Lantu. Lalu menemukan kecocokan dan dapat terealisasi sampai saat ini dengan baik.
Menurut Irwan PT Taco adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang solusi interior. Selama keberjalanan produksinya, TACO belum pernah memecat pegawainya selama pandemi serta seluruh operasionalnya menggunakan sumber daya lokal. Hal tersebut mencerminkan bahwa Taco memiliki komitmen yang baik secara internal dan eksternal.
Sementara itu, Tazkia salah seorang peserta mengungkapkan, seleksi yang dilaksanakan pada awalnya, ada seleksi adminisitrasi berupa mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan seperti, nilai rapor, surat pernyataan orang tua, dilanjutkan dengan seleksi profile test dari pihak TACO.
Tazkia juga berharap kedepan SBM ITB dapat terus menggulirkan program serupa, dengan berkolaborasi bersama perusahaan-perusahaan lainnya.
"Kami berharap SBM ITB dapat memberikan akses pendidikan tinggi dan berkualitas kepada lebih banyak pihak. Karenanya kami berharap akan ada program serupa, kita bisa mencari partner lagi nantinya," pungkasnya.***
Editor : Ghiok Riswoto

