Sebanyak 50 Mahasiswa UM Bandung Gelar KKN Reguler dan Tematik
Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) reguler dan tematik di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) reguler dan tematik di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan KKN dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Mengangkat tema “Penguatan Sumber Daya Lokal Menuju Desa Mandiri Sebagai Upaya Menanggulangi Dampak Covid-19”, kegiatan ini akan berlangsung dari 13 Agustus hingga 13 September 2021.
Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Ellyza Nurdin mengatakan bahwa KKN sebagai kegiatan para mahasiswa untuk mengamalkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat.
Ellyza menyampaikan, para mahasiswa UM Bandung tersebut akan dibagi lagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang disebarkan ke berbagai lokasi kegiatan KKN dan akan dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan dalam penyusunan program KKN sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN tersebut.
”Selain itu, KKN juga sebagai upaya untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEKS. Kemudian nanti para mahasiswa dituntut untuk bisa mengenali dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” kata Ellyza, dalam acara pelepasan dan pembekalan KKN yang digelar secara virtual, Kamis (12/8/2021).
Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk melaksanakan KKN dengan baik. Misalnya menjadi contoh pihak yang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Contohnya memakai masker, menghindari kerumunan, dan sebagainya. ”Hindari perilaku yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan,” kaca Herry.
Herry juga menekankan pentingnya para mahasiswa untuk mengenali lokasi KKN dan kondisi masyarakatnya seperti apa. Hal itu harus dilakukan, karena agar mudah dalam mendeteksi masalah mereka dan membantu menyelesaikannya.
”Di lapangan juga para mahasiswa bisa berkolaborasi dengan masyarakat untuk ikut menjadi orang yang memberikan solusi atas permasalahan yang ada di sana. Termasuk bisa juga jadi kader relawan Covid-19 misalnya atau ikut mengampanyekan vaksinasi sehingga tantangan di desa bisa diselesaikan,” tandasnya.
Herry menekankan para mahasiswa agar bisa menghadirkan solusi atas permasalahan, tetap menjaga tali silaturahmi dengan masyarakat meskipun KKN sudah selesai, dan menjaga nama baik kampus serta persyarikatan Muhammadiyah.
”Dengan didukung oleh dosen pembimbing di lapangan, menyusun dan mewujudkan program KKN dengan baik, mampu menjaga diri selama di lapangan, dan banyak mengambil manfaat selama KKN di desa, inysaallah itu akan sangat berguna sebagai bekal sebelum menjadi sarjana,” pungkas Herry. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

