Sebut Tuduhan Ijazah Palsu Tidak Masuk Akal, Bahlil: Seperti Sudah Kehabisan Isu Saja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas menyatakan bahwa tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sudah berada di titik yang tidak masuk akal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas menyatakan bahwa tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sudah berada di titik yang tidak masuk akal.
Ia menyebut bahwa seluruh proses hukum yang dilakukan sejauh ini telah menunjukkan fakta: ijazah Presiden Jokowi adalah asli.
“Awalnya saya masih bisa menganggap ini dugaan biasa, meski saya sendiri tidak percaya. Tapi makin lama makin tidak masuk akal. Sudah seperti kehabisan isu saja,” kata Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa ia tetap menghormati proses hukum. Namun, dengan adanya hasil resmi dari kepolisian, ia mengajak masyarakat untuk fokus pada isu-isu yang lebih konstruktif bagi bangsa.
“Kita sudah dapat kepastian dari Bareskrim Polri bahwa ijazah Pak Jokowi itu sah dan asli. Mari hentikan polemik ini dan bicara hal yang lebih berguna untuk rakyat,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri dalam konferensi pers telah menyatakan ijazah SMA milik Presiden Jokowi dinyatakan asli berdasarkan hasil uji forensik.
Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, pengujian tersebut dilakukan dengan membandingkan STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) milik Jokowi dengan tiga ijazah rekan seangkatannya di SMAN 6 Surakarta. Pemeriksaan mencakup bahan kertas, sistem cetak, tinta tulisan tangan, stempel, dan tanda tangan kepala sekolah.
“Semua elemen pada dokumen tersebut dinyatakan sesuai dan autentik,” kata Djuhandhani.
Dengan hasil uji ini, Bahlil berharap masyarakat tidak lagi terpancing oleh isu yang menurutnya tidak berdasar dan dapat mengganggu stabilitas publik menjelang akhir masa jabatan Presiden.
Editor : Firda Rachmawati
