Kuota BBM di Bali Sengaja Dipangkas, Bahlil Membantah: Tak Ada Bahkan Bisa Ditambah
Bahlil membantah isu yang menyebutkan kuota BBM Pertalite di Bali sengaja dipangkas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali beberapa hari lalu telah menjadi perhatian hingga timbulkan ketakutan di kalangan masyarakat di kota lainnya, takut hal serupa akan terjadi di daerah mereka juga.
Beredar juga sejumlah isu yang menyebutkan bahwa kelangkaan BBM di Bali ini sengaja dilakukan akibat adanya pemangkasan Kuota BBM.
Tidak main-main bahkan pemamgkasan BBM jenis Pertalite ini dilakukan di atas kuota 50 persen.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membantah ada pemangkasan kuota BBM subsidi jenis Pertalite di Bali yang diduga menjadi salah satu pemicu kelangkaan BBM dalam satu pekan terakhir.
“Tidak, tidak ada pemangkasan kuota bahkan bisa ditambahkan,” tutur Menko Bahlil Lahadalia.
Bahlil juga memastikan penyebab antrean panjang BBM di Bali karena keterlambatan pasokan akibat kapal pengangkut BBM mengalami kendala jangkar saat sandar.
Bahlil justru memerintahkan Direktorat Jenderal Migas dan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas untuk menaikkan kuota (cadangan) BBM Pertalite yang awalnya memiliki daya tahan 11 hari menjadi 15 hari.
Bahlil menegaskan kuota dengan daya tahan 15 hari tersebut disuplai secara berkelanjutan meski tidak memberikan detail volume.***
Editor : Irma Nurfajri
