Sebut Wilayah Tak Bertuan, Bima Usulkan Pembangunan Terminal Tipe A di Simpang Ciawi
Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan Simpang Ciawi sebagai wilayah tak bertuan dan diperlukan pembangunan terminal untuk atasi kemacetan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk membangun Terminal Tipe A di Simpang Ciawi.
Pembangunan Terminal Tipe A di Simpang Ciawi Kota Bogor diusulkan Pemkot Bogor sebagai salah satu upaya untuk menangani kemacetan di wilayah tersebut.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, di Simpang Ciawi ini memang seperti daerah 'tidak bertuan' yang sudah sangat lama sekali kompleks dan semrawut, ini menjadi langkah signifikan tidak saja jangka pendek tapi juga jangka panjang untuk membangun Terminal Tipe A yang terintegrasi.
"Apa yang kami lakukan memang tidak hanya mengurai lalu lintas atau beautifikasi, harus beyond beautifikasi, karena ada potensi bangkitan ekonomi di sana, baik Kota maupun Kabupaten Bogor serta pemerintah pusat," ungkap Bima kepada wartawan pada Minggu 6 Maret 2022.
Baca Juga: Mati Dicekik di Hotel Melati, Pelaku dan Wanita Bertato Memiliki Hubungan Asmara
Bima melanjutkan, Pemkot Bogor juga berencana membangun terminal batas kota, hal ini sejalan dengan program transportasi dalam mempercepat konversi angkot. Sebab, target di tahun 2024 angkot dipusat kota hilang. Oleh karena itu sangat diperlukan pengaturan lintas batas wilayah angkutan antar kota.
"Kalau ada terminal batas kota akan sangat membantu kami untuk mengatasi kepadatan arus masuk dari angkot-angkot antar wilayah. Ada tiga jurusan disitu, kurang lebih 1.500 angkot. Sementara di Kota Bogor dari 3.000 lebih angkot sudah jauh berkurang," jelasnya.
Bima menjelaskan, pembangunan terminal batas kota ini bisa dikembangkan opsi lain, karena di simpang Ciawi tidak hanya untuk keperluan angkot saja, tetapi ada kebutuhan atau perhatian berbagai moda disitu, seperti bus AKAP.
"Supaya bisa sinkron kami arahkan ke pembangunan Terminal Tipe A di Ciawi, karena disitu semrawut. Jadi kemungkinan membangun Terminal tipe A bisa jadi satu prioritas utama disitu. Saya yakin, rencana ini bisa jadi satu opsi solusi, karena selama ini terminal Baranangsiang agak terhambat karena kesimbangan pelayanan transportasi dan komersial yang belum terselesaikan," jelasnya.
Baca Juga: Kembali Tampil dan Menang, Ini Ungkapan Kebahagian Kiper Persib I Made Wirawan
Masih kata Bima, kalau terminal tipe A ini geser ke Ciawi, pihaknya akan memberi keleluasaan dengan konsep TOD, sejalan integrasi dengan LRT dan Trem di Baranangsiang, sangat memungkinkan untuk membantu percepatan Baranangsiang di sana. Bagi Kota Bogor akan sangat membantu mengurangi mobilitas di pusat kota maupun masuk ke kota.
"Ada tiga lahan yang memungkinkan kami bangun, paling kecil lahan Jasa Marga ada 1.100 meter, memang sulit kalau tipe A disitu. Ada juga lahan 7.000 meter dan lahan 2,1 hektar. Dua opsi lahan itu bisa menjadi terminal. Namun, untuk anggaran pembangunannya, termasuk pembebasan lahan agak sulit dibiayai APBD Kota Bogor, karena sisa masa jabatan dan masih ada program prioritas lain yang harus dituntaskan. Kami sangat mendukung kalau terminal tipe A di bangun di situ," tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Budi Setiyadi menyatakan, akan membantu berkomunikasi dengan pihak swasta, termasuk dengan pihak BUMN agar bisa membantu membangun terminal tipe A terintegrasi dengan pusat komersil seperti, misalnya hotel dan pasar jika ada kendala keterbatasan APBD.
Baca Juga: Polisi Ringkus 2 Pembunuh Wanita Bertato, Satu Di Antaranya Otak Pelaku
"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Menteri masalah pembebasan lahan tidak memungkinkan (APBD). Tapi menurut saya pusat bisa saja, seperti pembangunan Flyover di Brebes. Saran saya Pak Bima dan Bu Ade bertemu dengan pak menteri didampingi saya, bahkan dengan menteri PUPR," ungkap Budi yang juga menjabat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


