Secara 'Halus' Ade Yasin Tolak Perluasan Wilayah Kota Bogor
Rencana perluasan wilayah Kota Bogor dengan mengambil alih tata kelola beberapa kecamatan seperti Dramaga, Ciomas, Ciawi atau lainnya ditolak halus Bupati Bogor Ade Yasin maupun Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cijeruk- Rencana perluasan wilayah Kota Bogor dengan mengambil alih tata kelola beberapa kecamatan seperti Dramaga, Ciomas, Ciawi atau lainnya ditolak halus Bupati Bogor Ade Yasin maupun Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Pasalnya adik kandung mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin ini mengaku saat ini dirinya bersama Iwan Setiawan sedang menata wilayah hingga merasa 'terganggu' dengan adanya wacana perluasan wilayah Kota Bogor tersebut.
"Saat ini kami sedang menata wilayah dan mengurus masyarakat hingga biarkan kami bekerja lebih dahulu dan kami masih mampu kok mengurus wilayah sendiri," kata Ade Yasin kepada Inilah, Jumat (26/7).
Mengenai penuturan Sekda Kota Bogor Ade Syarif yang mengaku sudah bertemu dengan dirinya, ibu dua orang anak ini menuturkan pertemuan tersebut hanya 'selewat' dan tidak khusus membahas rencana perluasan wilayah Kota Bogor.
"Memang saya sudah ketemu Ade Syarif tapi cuma 'selewat', karena perluasan wilayah Kota Bogor ini adalah hal besar maka seharusnya dibicarakan secara khusus dan serius serta bukannya seperti kemarin," tuturnya.
Ade menjelaskan dalam melaksanakan pembangunan di 40 kecamatan dan 435 desa atau kelurahan dirinya tidak pernah menganak tirikan hingga Ia meminta masyarakat tak usah khawatir.
"Saya gak pernah menganak tirikan, pembangunan tetap kami lakukan di seluruh wilayah. Baru-baru ini kami juga membuat UPT Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) hingga pelayanan kepada masyarakat perihal e-KTP, akte lahir dan kartu kekuarga juga semakin membaik," jelas Ade.
Senada dengan Ade Yasin, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menuturkab dirinya mengapresiasi pihak yang mengaku sebagai tokoh Bogor selatan dan menyetujui bergabung dengan Kota Bogor. Namun dirinya menyakini bahwa wacana perluasan wilayah Kota Bogor hanya ramai di media.
"Kami tidak membawa perasaan (Baper) terkait opini yang dibangun tokoh Bogor selatan tersebut, tapi apa yang mau dikomentari kalau kepala daerah Kota Bogor juga belum berbicara kepada kami. Apalagi mereka juga belum bermusyawarah dengan warga yang wilayahnya masuk ploting perluasan wilayah Kota Bogor," ucap Iwan.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini menegaskan hingga kini wacana Pemkot Bogor tersebut baru sekedar opini karena tanpa disertai oleh kajian teknis dan kebijakan lainnya.
"Ini kan baru opini yang tanpa disertai kajian teknis dan kebijakan kedepannya, kami bingung menyikapi kalau bentuknya masih opini seperti ini. Mudah-mudahan kedepan komunikasi Pemkot Bogor dengan Pemkab Bogor semakin membaik dan tidak seperti ini," tegasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Bsafaat

