INILAH, Bogor - Setelah mendadak ditutup selama sehari, Kebun Raya Bogor (KRB) kembali dibuka secara situasional pada Selasa (18/12). Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan kondisi cuaca sudah lebih baik. Di dalam KRB disiagakan petugas keamanan serta dipasang garis polisi di beberapa titik yang rawan pohon tumbang.
Humas KRB Doni Darussalam mengatakan pihaknya sudah menyebar pemberitahuan KRB sudah kembali dibuka atas pertimbangan kondisi cuaca yang sudah lebih baik. Meski begitu kondisi angin di Kota Bogor masih cukup kencang.
"Karena itu kami mengantisipasi dengan beberapa langkah pengamanan pengunjung KRB. Salah satunya dengan memberikan informasi pohon yang rawan tumbang. Biasanya kami berikan informasi di sekitar situ atau kasih semacam garis pengamanan," ungkap Doni kepada INILAH, Selasa (18/12/2018).
Doni melanjutkan, dengan memberikan informasi secara jelas kepada pengunjung sebelum masuk dan di dalam areal KRB, bisa mengurangi risiko adanya korban saat pohon tumbang. "Sehingga pengunjung tidak melewati area yang diberikan informasi rawan pohon tumbang," tambahnya.
Doni menuturkan, meski kemarin tutup, pihaknya mendata pengunjung pada hari pertama ditutup KRB sebanyak 448 orang dan pengunjung itu merupakan yang sudah melakukan booking jauh-jauh hari.
"Berbeda dengan hari sebelumnya yang mencapai jumlah 4.455 orang. Untuk rata-rata hari kerja antara 1.500-2.000 pengunjung. Untuk pengunjung hari ini belum tahu tetapi sekitar angka 1.500-an. Patokan jumlah pengunjung dari tiket yang terjual," tuturnya.
Sementara itu, Santi Rahmi (35) warga Kabupaten Bogor mengatakan, dirinya sangat senang dengan kebijakan pihak KRB. Dia yang tadinya hanya akan ke Museum Zoologi, akhirnya bisa mampir ke KRB.
"Musim liburan gini kan enak ngadem di KRB. Tadinya saya kecewa, jadi tujuannya lihat ke museum saja. Eh, ternyata buka. Senang dengan dibukanya KRB, tetapi tadi ada pemberitahuan agar hati-hati juga saat di dalam KRB," tuturnya.