Sekda Herman Minta Resbob Dihukum Buntut Dugaan Ujaran Kebencian Kepada Suku Sunda

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengapresiasi aparat kepolisian, Polda Jabar karena berhasil menangkap Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan atau yang dikenal Resbob atas dugaan ujaran kebencian terhadap Suku Sunda.

Sekda Herman Minta Resbob Dihukum Buntut Dugaan Ujaran Kebencian Kepada Suku Sunda
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengapresiasi aparat kepolisian, Polda Jabar karena berhasil menangkap Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan atau yang dikenal Resbob atas dugaan ujaran kebencian terhadap Suku Sunda.

INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengapresiasi aparat kepolisian, Polda Jabar karena berhasil menangkap Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan atau yang dikenal Resbob atas dugaan ujaran kebencian terhadap suku sunda.

Sekda Herman mengatakan, sebagai sesama manusia sejatinya harus saling menjaga dan tidak melukai hati nurani orang lain.

"Salah satunya kita harus menjauhkan diri. Tidak boleh ada ujaran kebencian. Tidak boleh ada hal-hal yang bisa melukai hati nurani kita. Baik sebagai masyarakat, sebagai bangsa. Yang tentu kita saling menghormati satu dengan yang lainnya," ujar Sekda Herman di Kota Bandung, Selasa 16 Desember 2025.

Maka dari itu, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada aparat kepolisian, yang berhasil menangkap Resbob kemarin.

"Ada kejadian tempo hari. Hari ini pelakunya sudah ditangkap oleh Polri. Kami ucapan terima kasih. Kejajaran Polri sudah ditangkap. Dan tentu kita percayakan kepada jajaran Polri," ucapnya.

Herman meminta, aparat kepolisian dapat menghukum Resbob atas dugaan ujaran kebencian yang dilakukan secara adil. Selain itu, dia berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama, agar tidak terulang di masa mendatang.

"Untuk melakukan proses hukum yang seadil-adilnya. Ya, mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran untuk yang lain. Jangan coba-coba menyampaikan ujaran kebencian. Menyampaikan fitnah begitu. Karena itu tidak baik," katanya.

Dia menegaskan, bila kita bisa menjaga sikap dan prilaku, maka akan turut dihargai. Terlebih di Sunda kata dia, ada nilai yang harus dijaga melalui silih asah, silih asih dan silih asuh.

"Dan tentu ini adalah tantangan bagi kita. Untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Agar asah asih asuhnya jalan," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana