Selain PSN, Dinkes Kota Cimahi Sarankan Warga Menanam Tanaman dan Memelihara Hewan ini untuk Antisipasi Penyebaran DBD
Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Cimahi terus berupaya melakukan sejumlah langkah antispasi penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Cimahi terus berupaya melakukan sejumlah langkah antispasi penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti.
Salah satu solusi yang kini tengah digaungkan Dinkes Kota Cimahi dengan menyarankan warganya menanam sejumlah tumbuhan yang diyakini mampu mengusir nyamuk, seperti bunga lavender, daun siri dan daun mint.
Dinkes Kota Cimahi meyakini tanaman-tanaman tersebut bisa mengusir nyamuk penyebar virus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Terlebih, memasuki musim pancaroba ini kasus DBD biasanya akan mengalami peningkatan seiring berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.
"Kita anjurkan masyarakat untuk menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Misalnya bunga lavender, daun siri, daun mint," kata Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini belum lama ini.
Tak hanya tanaman, Dwihadi juga menyarankan masyarakat agar memelihara ikan cupang, mujair, mas dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit djangkau.
Sebab, menurutnya, keberadaan berbagai jenis ikan itu bakal menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegypti.
"Ikan cupang atau ikan lainya juga merupakan pemakan jentik. Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembang biak jadi nyamuk penyebab DBD," tuturnya.
Kendati begitu, Dwihadi mengingatkan agar masyarakat harus tetap melakukan Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN). Caranya dengan menutup dan mengubur sarang nyamuk hingga tidak membiarkan adanya genangan air.
"Untuk langkah antisipasi kami berharap masyarakat memberantas sarang nyamuk, apalagi dengan musim pancaroba hujannya yang tidak terus-menerus berarti meninggalkan sisa genangan air. Nah genangan air ini yang perlu kita perhatikan," terangnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, hingga September tahun ini tercatat ada 270 warga yang terkena DBD. Dua orang di antaranya meninggal dunia
"Kasus meninggal ada dua awal tahun. Kita menurun lebih dari 50 persen tahun kemarin 675 saat ini 270," sebutnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


