Selama Ramadan, Kendaraan Uji KIR Naik 25 Persen

Saat Ramadan, kendaraan yang mendatangi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mengalami peningkatan sebesar 25 persen dari hari biasanya. Meskipun ada lonjakan, Dishub Kota Bogor telah siap dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKB yang membuat proses pengujian lebih cepat.

Selama Ramadan, Kendaraan Uji KIR Naik 25 Persen
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Saat Ramadan, kendaraan yang mendatangi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mengalami peningkatan sebesar 25 persen dari hari biasanya. Meskipun ada lonjakan, Dishub Kota Bogor telah siap dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKB yang membuat proses pengujian lebih cepat.

Kepala Seksi ( Kasi) Pengujian KIR Dishub Kota Bogor Rudi Partawijaya mengatakan, ada peningkatan kendaraan yang melakukan uji KIR karena pemilik kendaraan sudah mengerti jam operasional dan tanggal libur pengujian sebelum Idulfitri 2019.

"Beberapa hari sebelum puasa sampai 170 kendaraan. Biasanya 80 kendaraan sampai 140 kendaraan per hari. Jadi ada peningkatan 25 persen. Tapi itu tanggal 2 Mei 2019 lalu meningkat hingga 170 kendaraan. Saat bulan Ramadan sekarang minimalnya 100 kendaraan per hari, kan biasa 80 kendaraan per hari," ungkap Rudi kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Rudi mengatakan, pengujian KIR jatuh tempo per enam bulan. Jadi prediksinya akan ada sedikit padat seminggu sebelum Idulfitri 2019. Pelayanan libur mulai 1 hingga 9 Juni 2019, dan mulai memberikan pelayanan lagi pada 10 Juni 2019.

"Jadi pemilik kendaraan ada yang majukan pengujian atau ada yang mundur. Kemungkinan maju awal Juni atau ditarik do akhir Mei," tambahnya.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Rudi menjelaskan, saat ini penguji sudah tidak membawa lembaran berita acara karena sistem online SIM PKB. Tahun ini peningkatan sistem baru bulan dimulai akhir Maret, SIM PKB masih dalam perbaikan peralatan dan sistem informasi manajemen.

"Tahun depan diselesaikan. Tapi saat ini penguji hanya input data dari tempat pengujian. Kalau dahulu penguji dari alat satu ke dua harus isi formulir sekarang lebih mudah diinput dan tinggal dilihat hasilnya di akhir pengujian," jelasnya.

Rudi menerangkan, ada rencana penambahan jumlah penguji dari saat ini sembilan orang. Diharapkan bisa menjadi 20 penguji dan memiliki dua line pengujian setelah memiliki gedung baru. Karena hasil rekomendasi DPRD Kota Bogor dan Akreditasi Kementrian Perhubungan (Kemenhub) lokasi parkir tempat uji KIR saat imi tidak layak sehingga harus dipindahkan.

"Nanti ditempat baru ada dua line, karena jumlah kendaraan semakin bertambah. Sehingga harus dipersiapkan, kami tengah mengusahakan gedung baru," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : DeryFG