Selebrasi Kean Memancing Teriakan Rasis Fans Cagliari

Kasus rasisme kembali terjadi di tengah upaya berbagai kalangan sepak bola untuk memformulasikan aturan yang lebih tegas. Kali ini menimpa striker muda Juventus, Moise Kean.

Selebrasi Kean Memancing Teriakan Rasis Fans Cagliari
Selebrasi Moise Kean yang memancing amarak fans Cagliari
INILAH, Cagliari- Kasus rasisme kembali terjadi di tengah upaya berbagai kalangan sepak bola untuk memformulasikan aturan yang lebih tegas. Kali ini menimpa striker muda Juventus, Moise Kean.
 
Juventus bertandang ke markas Cagliari, Rabu (3/4) dini hari WIB dalam lanjutan Serie A Italia. Kean menyumbang satu gol Juventus sementara satu lesakan lainnya tercipta melalui aksi Leonardo Bonucci.
 
Usai mencetak gol kedua Juventus pada menit ke-85, Kean mendapat teriakan "boo" dari suporter Cagliari. Teriakan itu diselingi terlakan bernada rasis terhadap Kean.
 
Rekannya, Blaise Matuidi langsung menghampiri wasit untuk menyampaikan protes atas insiden itu dan mengancam akan meninggalkan lapangan.
 
Pertandingan pun sempat dihentikan untuk penyampaian pengumuman peringatan kepada penonton. Pada akhirnya, laga dimulai kembali di tengah teriakan "boo" dan tidak lama kemudian wasit meniup peluit berakhirnya babak kedua.
 
Pemain belakang Juventus Leonardo Bonucci, yang mencetak gol pertama di menit ke-22, mengatakan bahwa Kean juga ikut andil memancing munculnya teriakan bernada rasis tersebut.
 
Ketika itu usai mencetak gol, Kean justru mendekati tribun suporter lawan sambil melebarkan tangannya.
 
"Kita sebaiknya merayakan gol bersama rekan-rekan kita. Tapi ia melakukannya dengan cara berbeda..menurut saya sama-sama ada kesalahan," kata Bonucci seperti dikutip Reuters.
 
Sementara itu pelatih Juventus Massimillano Allegri mengatakan, "Biasanya di stadion ada orang-orang idiot dan juga orang-orang normal. Orang yang tidak beradab itu harus diidentifikasi dengan kamera pengawas dan tidak boleh lagi masuk stadion."
 
Presiden Cagliari Tommaso Giulini menyalahkan Kean karena selebrasinya. "Yang saya dengar kebanyakan adalah teriakan 'booo', jika kemudian ada teriakan suara binatang berarti pasti ada hal yang salah. Yang terjadi di akhir pertandingan itu adalah karena selebrasi yang salah, dan itu bisa terjadi pada pemain lainnya," katanya.
 


Editor : inilahkoran