Semarak Kota Bandung di Gebyar Pendidikan & Kebudayaan 2019
INILAH, Bandung - Sport Jabar Arcamanik dipenuhi ribuan siswa dan guru, bahkan kesemarakan itu meluber sampai ke Jalan Pacuan Kuda, Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung, tempat berlangsungnya acara Geb
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Sport Jabar Arcamanik dipenuhi ribuan siswa dan guru, bahkan kesemarakan itu meluber sampai ke Jalan Pacuan Kuda, Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung, tempat berlangsungnya acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019.
Acara tingkat nasional tahun 2019 ini, Pemerintah Kota Bandung berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan yang dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Didampingi Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar, Sabtu (23/3/2019).
“Bandung sebagai barometer pendidikan, untuk itu penyelenggaraan tingkat nasional Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di sini,” ujar Muhadjir Effendy saat berkesempatan menyampaikan kepada para wartawan, saat berlangsungnya kegiatan.
Pada kata sambutannya, Kang Oded –panggilan Wali Kota Bandung Oded M Danial, menyampaikan terima kasih dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2019 ini.
“Terpilihnya Kota Bandung menjadi tempat digelarnya acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019, ini menjadi semangat kita semua dalam meningkatkan pendidikan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ribuan siswa Sekolah Dasar di Kota Bandung mencatatkan rekor baru di Original Record Indonesia (ORI). Mereka membuat rekor menulis puisi terbanyak dalam jangka waktu 10 menit.
Dari hitungan panitia, dalam kurun waktu tersebut terdata 16.153 siswa SD mampu menulis puisi. Pemecahan rekor ini sebagai penanda momentum penyelenggaraan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 dan Kota Bandung menjadi tuan rumah.
"Setelah mengecek dan menghitung, ternyata ada 16.153 dari 15.000 peserta yang diajukan. Kami nyatakan rekor ini berhasil dan sah," kata Guru Susanto, Ketua ORI saat penyerahan piagam di Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Sport Jabar Arcamanik.
Rekor siswa SD di Kota Bandung ini membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy sangat terkesan. Ia merasa tersanjung melihat masyarakat Kota Bandung menunjukkan animo yang tinggi terhadap Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019.
Oleh karenanya, Muhadjir pun mengajak seluruh masyarakat Kota Bandung untuk lebih giat lagi berliterasi. Sehingga, ujarnya, Kota Bandung tidak hanya terkenal sebagai kota kreatif saja, namun juga sebagai kota pendidikan.
"Saya hadir di sini senang sekali ada kurang lebih 20.0000 siswa dan guru hadir dalam Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Kota Bandung. Mari kita bangun Bandung jadi kota pendidikan, kota maju yang menyiapkan anak cerdas pemimpin Kota Bandung dan dunia," ungkap Muhadjir.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengajak seluruh masyarakat yang hadir agar membulatkan tekad untuk menjunjung lebih tinggi pendidikan. Sehingga, proses pembangunan di Kota Bandung ikut ditunjang dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan.
"Alhamdulillah Kota Bandung terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019. Mudah-mudahan ini menjadi spirit kita untuk memajukan Kota Bandung lebih berpendidikan dan menjadikan Bandung lebih juara," ujar Oded.
Oded menuturkan, pendidikan dan kebudayaan yang kuat mampu mendorong peradaban manusia ke arah lebih baik. Ilmu yang dimiliki oleh setiap manusia kelak akan menyelamatkannya dalam kesulitan baik di dunia maupun di akhirat.
"Tentu saja tagline Indonesia maju itu kita sepakat melalui pendidikan Indonesia bisa maju. Karena kalau kita maju, tentu dengan pendidikan dan pengetahuan. Untuk di akhirat juga kalau mau selamat kita harus dengan pengetahuan," katanya. (Adv)
Editor : inilahkoran

