Sempat Disegel, Sejumlah Kios di Pasar Tagog Padalarang Kembali Beroperasi
Usai sempat disegel beberapa bulan, sejumlah kios di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya kembali beroperasi dan dibuka pemiliknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Usai sempat disegel beberapa bulan, sejumlah kios di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya kembali beroperasi dan dibuka pemiliknya.
Sebelumnya, sejumlah kios di Pasar Tagog Padalarang itu disegel PT Bina Bangun Persada sebagai pihak ketiga pengelola pasar.
Penyegelan dilakukan lantaran pihak pengelola pasar menilai para pedagang telah menyalahi aturan yang telah disepakati. Upaya tersebut sontak memicu keributan antara pedagang sejumlah kios di Pasar Tagog Padalarang dengan petugas pasar. Bahkan, sempat terjadi adu fisik.
"Untuk penyegelan sudah selesai, sekarang aktivitas pedagang dan jual beli kembali berjalan normal," kata Humas PT Bangun Bina Persada Daryo Solehudin, Minggu 20 November 2022.
Menurutnya, para pedagang sudah menerima dan dengan sukarela menjalankan kesepakatan yang dibuat. Awalnya, dari sekitar 30 pedagang yang melanggar kesepakatan akhirnya semua kembali kepada kesepakatan awal.
Ia menyebut, kendati ada sekitar 9-14 pedagang yang sempat membandel tapi sekarang sudah tidak ada.
"Semua sudah clear, kembali ke kesepakatan awal yang dibuat, agar pedagang juga tertib dalam berjualan," ujarnya.
"Persoalan kemarin terjadi karena ada los yang oleh pemiliknya di kontrakan, nah yang mengontrak tidak tahu ada kesepakatan soal pembagian lantai untuk komoditas jualan," tuturnya.
Berkenaan dengan kesepakatan yang dimaksud, ia menjelaskan, bahwa lantai basement digunakan untuk jualan komositas basahan atau sayuran, lantai satu untuk berjualan sembako.
Kemudian, sambung dia, lantai dua bagi penjual pakaian dan elektronik, sementara lantai tiga untuk food court makanan dan minuman.
"Jadi kemarin ada yang melanggar kesepakatan, penjual di lantai satu berjualan di basement. Kita sudah ingatkan dan beri peringatan dulu sebelum disegel, supaya ketertiban pedagang tetap terjaga, kalau dibebaskan bisa semrawut nantinya," bebernya.
Ia mengaku, sekarang aktivitas pedagang sudah berjalan normal kembali. Di lantai basement terdapat sebanyak 728 kios dan los pedagang, kios luar 54 pedagang, lantai satu 376 pedagang, lantai dua 357 pedagang, dan lantai tiga 100 pedagang.
"Kesepakatan itu dibuat berdasarkan persetujuan dari semua pedagang dan kami sebagai pihak pengelola. Jadi harapan kami semua pihak agar itu dijalankan," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


