Sempat Surut, Banjir Kembali Rendam Jalan Mohamad Toha-Dayeuhkolot

Hujan deras yang masih terjadi di wilayah Bandung Raya pada Minggu (7/4), membuat banjir kembali menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoqng Kabupaten Bandung. 

Sempat Surut, Banjir Kembali Rendam Jalan Mohamad Toha-Dayeuhkolot
Banjir kembali menjerjang jalan raya Banjaran-Bandung, Senin (8/4) pagi WIB
INILAH,Bandung- Hujan deras yang masih terjadi di wilayah Bandung Raya pada Minggu (7/4), membuat banjir kembali menggenangi pemukiman warga di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoqng Kabupaten Bandung. 
 
Setelah beberapa hari lalu sempat surut, banjir kembali menutup akses jalan dan memutuskan arus lalu lintas.
 
Berdasarkan pantauan, akses Jalan Raya Mohamad Toha-Dayeuhkolot kembali terputus akibat terendam banjir. Kemudian, akses jalan di Dayeuhkolot, tepatnya didepan pasar terendam banjir dan memutus akses kendaraan.
 
Tidak hanya itu, akses jalan di jalan Siliwangi, jalan Banjaran dan Andir-Katapang terendam banjir dan memutus akses kendaraan.
Warga yang melintas memilih menggunakan delman dan perahu. Sedangkan beberapa diantaranya memaksakan melintasi jalan dengan berjalan kaki. 
 
Arus lalu lintas otomatis lumpuh di jalur Dayeuhkolot-Baleendah-Banjaran. Para pengendara motor dan mobil memilih melewati jalur Bojongsoang. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan dan mengakibatkan kemacetan. 
 
Salah seorang pekerja pabrik Daliatex, Halimah (35) asal Banjaran memilih menerobos banjir dengan menggunakan perahu kemudian selanjutnya berjalan kaki menembus banjir. Hal itu dilakukannya agar bisa segera sampai ke tempat bekerjanya di Dayeuhkolot.
 
"Saya terpaksa menerobos banjir, soalnya sudah telat banget mau masuk kerja," kata Halimah di Dayeuhkolot, Senin (8/4/2019).
 
Halimah mengaku terganggu aktivitas kerjanya gara gara banjir yang terus turun naik. Karena memang jalan yang selalu terendam banjir
itu merupakan jalan utama sering dilalui para pekerja. Sehingga ia berharap banjir ini bisa segera diatasi oleh pemerintah. Karena memang, banjir menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
 
Fadli (26) salah seorang warga lainnya, mengatakan hujan deras terjadi sejak Minggu (7/4) malam di wilayah Majalaya dan Pangalengan. Kemudian, air banjir naik ke jalan di Dayeuhkolot sekitar pukul 24.00 Wib.
 
"Di pemukiman banjir lebih tinggi dibanding di jalan, di rumah saya terendam lebih dari dua meter," kata Fadli.
 
Sebenarnya, lanjut Fadli,  hujan di wilayah Dayeuhkolot kemarin relatif kecil. Namun, di wilayah Pangalengan dan Majalaya sangat deras. Akibatnya sungai Citarum meluap dan berdampak banjir di tiga kecamatan.  "Hujannya di Pangalengan dan Majalaya besar sekali," ujarnya. 
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, akses jalan di jalan Kamasan, Banjaran pun terendam banjir akibat luapan sungai Cisangkuy. Pemukiman yang tidak jauh dari sungai tersebut turut terendam. Kemacetan pun tidak dapat terhindarkan. 


Editor : inilahkoran