Semua Desa Terisolir Bencana di Bogor Mendapatkan Bantuan Logistik

Semua desa terisolir di Kecamatan Sukajaya yaitu Desa Pasir Urug, Desa Cileuksa, Desa Kiara Sari, Desa Pasir Madang, Desa Kiara Pandak dan Desa Cisarua akhirnya mendapatkan bantuan logistik dan obat-obatan.

Semua Desa Terisolir Bencana di Bogor Mendapatkan Bantuan Logistik
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Semua desa terisolir di Kecamatan Sukajaya yaitu Desa Pasir Urug, Desa Cileuksa, Desa Kiara Sari, Desa Pasir Madang, Desa Kiara Pandak dan Desa Cisarua akhirnya mendapatkan bantuan logistik dan obat-obatan.

Hal itu dikatakan Komando Tim Tanggap Bencana Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Ekon Sutrisno. Dia menyebutkan, tersalurkannya bantuan logistik dan kesehatan ini berkat kerja sama semua pihak baik itu Muspika, Muspida, TNI Angkutan Udara Lanud Atang Sanjaya, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau kemarin Desa Cisarua dan Cileuksa belum mendapatkan bantuan logistik dan obat-obatan, hari ini berkat bantuan armada helikopter bell 412 dari BNPB maka dua desa itu sudah bisa ditembus," kata Harry kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Dia menambahkan, untuk Desa Kiara Sari yang hingga kemarin juga belum tersentuh bantuan logistik dan obat-obatan akhirnya bisa ditembus selama tujuh jam melalui jalur darat.

"Tadi tim tanggap bencana melalui jalur darat Sukabumi bisa menembus dan menyalurkan bantuan logistik serta obat-obatan. Kebetulan jalur Desa Kiara Sari-Kabupaten Sukabumi tidak terputus," tambahnya.

Harry menjelaskan, bantuan berupa logistik, obat-obatan, selimut, lilin, pakaian bekas layak pakai, tenda dan lainnya merupakan bantuan dari masyarakat, Pemkab Bogor hingga Presiden Joko Widodo.

"Selain makanan cepat saji, air mineral, obat-obatan, pakaian bekas layak pakai, tenda, hari ini selama 3 kali keberangkatan kami juga mengirim 1,5 hingga 2 ton beras bantuan dari masyarakat, Pemkab Bogor dan Presiden Jokowi," jelas Harry.

Lead Pilot Agus Rustamadji R Helikopter Bell 412 BNPB menuturkan, selama dua hari ini dirinya sudah 5 kali keberangkatan untuk menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan dan lainnya ke daerah terdampak bencana di Kecamatan Sukajaya.

"Selama 5 kali keberangkatan, kami kadang kesulitan dalam menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan dan lainnya karena landasan helikopter darurat itu luasnya kecil dan becek," tutur Agus

Pria setengah abad itu melanjutkan kondisi Kecamatan Sukajaya yang berada di Kaki Gunung Halimun Salak kerap berkabut dan turun hujan juga menjadi kendala tim tanggap bencana dalam melaksanakan tugasnya.

"Kondisi di Kecamatan Sukajaya selama ini kerap hujan dan berkabut hingga kita tidak banyak melakukan keberangkatan," lanjutnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto yang ikut menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan dan lainnya membenarkan sulitnya medan menuju Kecamatan Sukajaya.

"Berangkat dari Cibinong tadi cerah, sampai desa-desa terisolir di Kecamatan Sukajaya ternyata hujan, akibatnya kita tidak sempat mengunjungi para warga ataupun pengungsi," tukas Rudy. (Reza Zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani