Semut Cervera Terus Menghentak Dunia

Semut kecil dari Cervera itu terus menghentak dunia. Satu demi satu lawan digigitnya, tak berkutik. Kini, dunia yang dia gigit. Delapan kali jadi juara dunia, enam di antaranya di kelas utama, adalah bukti ampuh gigitannya.

Semut Cervera Terus Menghentak Dunia
Marc Marquez, (Net)

INILAH, Bandung – Semut kecil dari Cervera itu terus menghentak dunia. Satu demi satu lawan digigitnya, tak berkutik. Kini, dunia yang dia gigit. Delapan kali jadi juara dunia, enam di antaranya di kelas utama, adalah bukti ampuh gigitannya.

Semut itu adalah Marc Marquez. Di Sirkuit Chang International, Buriram, dia meraih gelar juara MotoGP keenam kalinya. Atau, gelar juara dunia kedelapan jika ditambah dengan gelar juara dunia kelas 125 cc tahun 2010 dan Moto2 tahun 2012.

Sejak 2012 itu, semut menjadi hal yang akrab bagi Marquez. Lambang semut menjadi motif di sarung tangan, helm, hingga papan pit yang dia gunakan. Posturnya yang kecil membuat banyak pihak, termasuk timnya, mengibaratkan Marquez sebagai semut.

Marquez mengungkapkan tahun ini adalah musim terbaiknya di MotoGP setelah mengunci gelar juara dunia di Grand Prix Thailand, Minggu (6/10/2019).

Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP keenam kalinya setelah memenangi duel lap terakhir dengan pebalap rookie Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) untuk finis pertama di Buriram.

Marquez, yang sempat mengalami kecelakaan parah di sesi latihan, hanya perlu meraih keunggulan dua poin dari Andrea Dovizioso (Ducati). Namun, dia tampil perkasa dengan mengemas poin penuh untuk membawanya unggul 110 poin dari Dovizioso, yang harus puas finis di posisi keempat di Thailand, dengan empat balapan tersisa musim ini.

"Paling tidak ini adalah musim terbaikku di MotoGP," kata juara dunia delapan kali itu seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Keberhasilan menjadi juara dunia MotoGP musim ini, sekaligus yang ke delapan di seluruh kelas, Marquez mendapat ucapan selamat dari Barcelona. “1, 2, 3, 4, 5, 6, 7...8, Marc Marquez juara dunia MotoGP. Selamat!" tulis Barcelona di akun Twitter resmi.

Pebalap asal Spanyol itu memenangi sembilan balapan tahun ini dengan hasil terburuk finis di peringkat dua. Marquez hanya sekali gagal finis ketika di GP Amerika Serikat.

Marquez bahkan mengatakan jika tahun ini lebih baik dari musim 2014 ketika ia meraih gelar juara dunia MotoGP untuk kali kedua dengan mengoleksi 13 juara seri hingga akhir musim.

“Tapi jujur, waktu itu ada perbedaan yang cukup besar antara tingkat pabrikan dan motor. Sekarang kita berada di kategori yang sangat kompetitif. Dengan empat pabrikan yang berbeda, kalian bisa bertarung untuk juara di balapan.”

Salah satu kunci bagi Marquez dan timnya musim ini adalah konsistensi. “Kami sangat konsisten, khususnya kami sangat fokus di titik kelemahan kami dan kami tutupi titik itu sehingga kami menyintas dengan cara yang baik di balapan-balapan yang sulit,” kata Marquez.

Namun konsistensi saja tidak cukup karena tekanan datang dari segala sisi. Orang-orang bisa mengatakan ini kemenangan yang mudah. “Tapi percayalah, mengendalikan tekanan, menghadapi setiap orang yang menginginkan kita jatuh, dan orang-orang yang ingin mengalahkanmu itu tidak lah mudah.”

“Tapi terlepas dari itu saya ingin berterima kasih kepada tim karena bagi pebalap mudah untuk menjaga ambisinya. Tapi bagi tim yang terdiri banyak orang di dalamnya tidaklah mudah menjaga mentalitas yang sama. Dari semua mekanik dan menjaga konsentrasi yang sama sehingga mereka mampu melakukannya. Ini adalah salah satu hal yang terpenting,” kata Marquez.

Marquez pun menjadi pebalap termuda yang meraih enam gelar juara dunia MotoGP di usia 26 tahun dan 231 hari, mengalahkan Giacomo Agostini yang meraih capaian itu dalam usia 29 tahun dan 25 hari ketika ia meraih gelar keenamnya di kelas premier di GP Jerman Timur tahun 1971.

Marquez juga menjadi pebalap termuda sepanjang masa yang mengantongi delapan gelar juara dunia, mengambil mahkota Mike Hailwood, yang meraih rekor tersebut pada usia 27 tahun dan 112 hari.

Kebahagiaan Marquez dan keluarganya akan makin lengkap dalam beberapa pekan ke depan. Pasalnya, adiknya, Alex Marquez pun berpeluang meraih gelar juara dunia Moto2.

Alex, di Thailand, sebenarnya melakukan start di posisi terdepan. Tapi, dia gagal mempertahankannya dan hanya finish di urutan kelima. Hanya saja, dari perolehan poin, Alex –yang bersama ayahnya Julia sangat menikmati kesuksesan Marc Marquez—memiliki keunggulan total poin yang membuatnya berpeluang besar merengkuh gelar juara dunia. (ing)


Editor : Bsafaat