Sepasang Tapak Kaki Ditemukan di Pohon Areal Makam Mbah Dalem

Setelah bencana angin puting beliung menerjang wilayah Bogor Selatan, ditemukan batang pohon dengan gambar tapak kaki di Kompleks Areal Makam Mbah Dalem. 

Sepasang Tapak Kaki Ditemukan di Pohon Areal Makam Mbah Dalem
INILAH, Bogor - Setelah bencana angin puting beliung menerjang wilayah Bogor Selatan, ditemukan batang pohon dengan gambar tapak kaki di Kompleks Areal Makam Mbah Dalem, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (10/12/2018) sore. 
 
Sekretaris Tagana Kota Bogor Jejen Jenal mengatakan, batang pohon dengan tapak kaki tersebut ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB saat petugas merapikan dan membenahi serta melakukan evakuasi pohon tumbang kompleks pemakaman Mbak Dalem.
 
"Saat ini anggota Tagana Kota Bogor, BPBD Kota Bogor, Dinas Pertamanan dan para relawan serta warga pun masih terus melakukan evakuasi, meski telah melojat sesuatu yang tak terduga," ungkap Jejen kepada wartawan.
 
Jejen menjelaskan, awal mula dirinya bersama petugas Tagana Kota Bogor tengah merapikan makam Mbah Dalem. Kemudian ada dua pengunjung perempuan bertanya pohon yang tengah dievakuasi jenis apa dan bisa tidak dijadikan talenan. 
 
"Perempuan itu bilang pak itu pohon apa, bagus enggak kalau untuk dibikin talenan. Lalu saya bilang, pohon ini bagus bisa tujuh turunan enggak habis habis buat talenan. Terus dia bilang boleh enggak minta satu, saja jawab boleh, terus dipotong sama petugas Sunardi dari Tagana pohon itu," tambahnya. 
 
Dia juga mengatakan, ternyata ketika pohon itu diserahkan kepada Mak Piah juru kunci Mbah Dalem menemukan ada satu tapak kaki di potongan pohon tersebut.
 
"Sekitar habis Asar tadinya bikin untuk pengunjung satu, tapi saya bilang kasih dulu untuk si emak (kuncen Mbah Dalem) satu untuk kenang-kenangan, pas dikasih itu disidik-sidik sama si Emak terus Emank manggil aa ini kaya tapak kaki. Saya bilang ah masa, pas saya bilang mungkin kebetulan kali. Saya coba potong lagi, kasian kan tadi ada yang minta pengunjung, pas dipotong satu lagi, ada lagi kaya pasangannya gitu, si emak bilang ya iyalah masa kaki cuma satu pasti sepasang," bebernya. 
 
Jejen mengaku,  setelah itu karena penasaran, petugas pun memotong lagi batang pohon Kembang Tanjung yang roboh akibat angin puting beliun tersebut.
 
"Terus motong lagi ketiga, keempat dan lima. Ternyata itu udah enggak ada. Akhirnya  pengunjungnya enggak jadi minta, saya bilang taruh saja di makam untuk kenang-kenangan, jadi kan sesuatu yang terjadi itu meninggalkan bukti kenangan agar kita juga inget serta jadi mawas diri," pungkasnya. 
 
 
 
 
 
 


Editor : inilahkoran