Serap Aspirasi, Sampah Jadi Sorotan Masyarakat Kota Bandung ke Legislator Jabar Ini
Masalah sampah menjadi sorotan masyarakat Kota Bandung, kala Anggota DPRD Jabar Mamat Rachmat melakukan serap aspirasi reses di Kecamatan Bandung Kidul, Selasa 11 Maret 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - masalah sampah menjadi sorotan masyarakat Kota Bandung, kala Anggota DPRD Jabar Mamat Rachmat melakukan serap aspirasi reses di Kecamatan Bandung Kidul, Selasa 11 Maret 2025.
Lalu baru isu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, yang diharapkan masyarakat Kota Bandung segera dirampungkan oleh pemerintah.
“Masalah sampah ini sangat krusial terutama saat musim hujan. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berkontribusi pada banjir dan menimbulkan dampak lingkungan yang serius,” kata Mamat.
Sebagai bentuk tanggungjawab lanjut dia, pihaknya akan mendorong kerjasama antara DPRD Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jabar, untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.
Menurutnya, salah satu langkah untuk mengatasi persoalan sampah tersebut, yakni harus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai cara pengelolaan sampah yang benar.
Mamat menambahkan, jangan hanya ketika masalah muncul baru ada sosialisasi, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari memilah sampah, metode daur ulang, hingga pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
“Dengan adanya reses ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin erat dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, terutama dalam aspek lingkungan, pendidikan dan layanan kesehatan,” ucapnya.
Seperti diketahui, mayoritas sampah Kota Bandung dibuang ke TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Dimana saat ini kapasitasnya sudah mulai menipis.
Bahkan pada Sabtu 9 Maret 2025 kemarin, TPAS Sarimukti mengalami longsor, karena tergerus oleh intensitas hujan yang tinggi.
Sementara TPPAS Regional Legoknangka, Kabupaten Bandung masih dalam tahapan penyelesaian administrasi. Pemprov Jabar sendiri menargetkan pembangunan sudah dapat dilakukan pada awal 2026 mendatang, dengan harapan 2028 sudah dapat beroperasi penuh, menggantikan TPAS Sarimukti. ***
Editor : JakaPermana

