Setiap Tahun, Ribuan Penduduk Garut Meninggal Dunia, Didominasi Pria
Kendati jumlahnya fluktuatif, penduduk Kabupaten Garut meninggal dunia setiap tahunnya tercatat mencapai ribuan jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut- Kendati jumlahnya fluktuatif, penduduk Kabupaten Garut meninggal dunia setiap tahunnya tercatat mencapai ribuan jiwa.
Tak ada laporan mengenai penyebabnya secara pasti. Namun kebanyakan terlaporkan meninggal dunia karena faktor lanjut usia, atau sakit.
“Data penduduk meninggal yang masuk ke kita tidak sampai rinci, apalagi penyebabnya. Kebanyakan disebutkan karena lanjut usia, atau sakit. Memang kesadaran masyarakat melaporkan kematian ini masih rendah. Hanya ketika ada keperluan tertentu saja dilaporkan. Bukannya pada saat kejadian,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Garut Asep Mulyadin didampingi Kepala Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan M. Refqi Fauzi Al Ahsani, Jum’at (4/10/2019).
Penduduk meninggal dunia dilaporkan juga, M. Refqi akrab disapa Eqi, kebanyakan tak disertakan identitas, dan alamat tinggal. Sehingga pihaknya seringkali kesulitan mengendalikan keberlakuan identitas kependudukan bersangkutan.
“Tapi beberapa waktu ini, kita berupaya mengingatkan operator kecamatan untuk pelaporan kematian penduduk itu dilengkapi by name by adrees. Supaya kita bisa memroses mematikan KTP (Kartu Tanda Penduduk)-nya di data base bahwa KTP-nya sudah tidak berlaku karena yang bersangkutan meninggal dunia. Alhamdulilaah ! Sekarang sudah kelihatan progresnya,” ujar Eqi.
Pada 2017, penduduk Garut meninggal tercatat mencapai 3.106 jiwa terdiri atas 2.312 laki-laki, dan 794 perempuan. Pada 2018, penduduk meninggal sebanyak 1.648 jiwa terdiri 932 laki-laki, dan 716 perempuan. Dalam rentang Januari-September 2019, penduduk meninggal tercatat naik lagi menjadi sebanyak 2.999 jiwa terdiri 1.751 laki-laki, dan 1.248 perempuan.
Dominannya laki-laki dari penduduk Garut meninggal dunia setiap tahunnya itu, apakah itu menyiratkan penduduk laki-laki di Garut berusia lebih pendek daripada perempuan ?
Pun bila dikaitkan angka kasus cerai mati di Garut yang didominasi meninggalnya pihak laki-laki/suami. Seperti ditunjukkan Data agregat kependudukan Disdukcapil Garut pada 2017 ? Angka kasus cerai mati di Garut karena laki-lakinya meninggal dunia mencapai 56.085 orang. Sedangkan cerai mati karena perempuannya meninggal dunia sebanyak 10.254 orang.
Eqi menyatakan tak begitu yakin. Dia lebih menduga penduduk Garut terlaporkan meninggal dunia lebih didominiasi laki-laki karena kedudukannya sebagai kepala keluarga yang memiliki posisi vital dalam berbagai urusan.
“Kalau melihat kondisi faktual berkaitan tingkat kesadaran warga melaporkan kematian, data yang meninggal dunia ini memang masih ada bias. Bisa jadi kematian yang banyak dilaporkan itu laki-laki, karena sebagai kepala keluarga. Misalnya karena suami meninggal, untuk mengurus sekolah anak maka isteri sebagai penanggung jawab mesti membuat Kartu Keluarga terpisah,” tutur Eqi.
Berkaitan usia rata-rata mereka meninggal dunia dalam usia lanjut, apakah bersesuaian dengan angka harapan hidup (AHH) penduduk Garut yang diklaim mencapai 71,03 tahun ? Eqi tak bisa memastikannya. Hanya, hampir dipastikan mereka berusia nonproduktif di atas 64 tahun.
Tak diketahui, berapa banyak meninggal karena sakit di usia kanak-kanak maupun usia produktif, menjadi korban kecelakaan, korban aksi kriminal, dan berapa banyak meninggal karena bencana.
“Meski ribuan, tapi bila dibandingkan jumlah populasi penduduk yang mencapai sekitar 2,280 juta ya kecil,” imbuh Eqi.(zainulmukhtar)
Editor : Bsafaat

