Siaga Corona, RW se-Kota Bogor Diguyur Rp797 Juta

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan Rp797 juta untuk 797 RW di 68 kelurahan. Dana tersebut dibagikan khusus untuk RW Siaga Corona dan penyerahan ini bertepatan dengan momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 yang diperingati setiap 3 Juni 2020.

Siaga Corona, RW se-Kota Bogor Diguyur Rp797 Juta
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan Rp797 juta untuk 797 RW di 68 kelurahan. Dana tersebut dibagikan khusus untuk RW Siaga Corona dan penyerahan ini bertepatan dengan momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 yang diperingati setiap 3 Juni 2020.

Selain itu, di Kota Bogor ada empat RW yang dijadikan percontohan Provinsi Jawa Barat yaitu RW 7, 17, 18 dan 19 di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

Bantuan untuk RW Siaga disalurkan selama dua bulan mulai bulan April dan Mei. Setiap bulannya, Pemkot Bogor akan memberikan Rp500 ribu untuk 797 RW. Bantuan pada bulan April baru saja disalurkan pada HJB tahun ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, dana yang dikhususkan bagi RW Siaga bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap persebaran Covid-19 di tingkat wilayah. Pasalnya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor akan berakhir 4 Juni 2020.

"Kami antisipasi itu dengan perkuat RW Siaga Corona, sistem isolasi, dan lainnya. Sekarang intinya kedepan lebih kepada startegi wilayah membendung infeksi Covid-19," ungkap Bima, Rabu (3/6/2020).

Bima melanjutkan, dalam pengetatan wilayah, pihaknya akan berfokus pada daerah yang masih dalam kategori zona merah, bantuan dari provinsi dan kota akan dikonsentrasikan ke wilayah dengan status zona merah.

"Penguatan lebih ke skala mikro, zona mana yang merah. Jadi tidak lagi skala kota kami lebih fokus wilayah. Kami tidak mewajibkan setiap wilayahnya khusunya zona merah melakukan penyekatan. Tapi hanya diperintahkan untuk membendung persebaran Covid-19," tambahnya.

Bima menyampaikan, keinginan Pemkot Bogor untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di Kota Bogor. Pasalnya, selama PSBB masyarakat hanya dibatasi geraknya, sehingga menimbulkan dampak ekonomi yang cukup besar hampir mencapai 60 persen dari biasanya.

"Kan kita ingin semuanya hidup, ekonomi berjalan, tapi tetap secara protokol kesehatan juga diberlakukan. Tiga hal yang perlu, masker cuci tangan dan jaga jarak," terangnya.

Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengaku, belum dapat memastikan jumlah besaran bantuan untuk memperkuat RW Siaga. Namun, dia menjelaskan, bantuan itu telah dianggarkan melalui Dinas Kesehatan.

"Anggarannya pastinya belum tau, tapi itu dianggarkan di Dinas Kesehatan. Rp 500 ribu untuk RW Siaga mulanya diinisiasi oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar) dan disambut baik oleh pemerintah daerah. Saya pikir ini ide bagus karena perlu diaplikasikan. Urusan ekonomi susah dicegatnya tapi kalo di wilayah sudah dicegat itu luar biasa. Pemerintah tingkat wilayah memiliki tugas yang cukup berat. Sebab, aparatur wilayah harus terus aktif bila ada masyarakat yang terpapar Covid-19," paparnya.

Ade menyatakan, aparatur wilayah harus didukung, termasuk dalam segi anggaran. Meskipun anggaran Pemkot Bogor hanya Rp144 miliar untuk penanganan Covid-19, penaganan melalui wilayah perlu diperhatikan.

"Sekarang kalo pun belum besar, coba diusulkan. Karena tujuannya ingin memerkuat di wilayah," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Empang Harry Cahyadi menjelaskan, sebanyak 20 RW di Kelurahan Empang telah memperoleh Rp500 ribu untuk jatah bulan April. Secara simbolis, dana itu diberikan kepada dua RW. Selain itu empat RW di Empang yaitu RW 7, 17, 18 dan 19 jadi percontohan RW Siaga Corona wilayah Jawa Barat.

"Kalau anggaran yang Rp500 ribu itu bisa untuk pelaksanaan pembelian bahan-bahan Alat Pelindung Diri (APD), disinfektan ataupun hand sanitizer ataupun bisa untuk dibuatkan Gasibu. Bantuan Rp500 ribu itu merupakan bantuan yang harusnya disalurkan pada bulan April. Sementara, untuk jatah bulan Mei, diperkirakan akan diberikan pada akhir bulan," tuturnya.

Harry menerangkan, Kelurahan Empang tak sedikit pun mengendurkan pengawasan untuk membendung persebaran Covid-19. Dia menegaskan, akan mengupayakan Kelurahan Empang dapat menjadi zona hijau.

"Saat ini kelurahan Empang masuk zona hijau. Tapi yang PDP di sini juga akan segera berakhir. Kami telah memiliki rumah singgah untuk tempat isolasi bagi para pemudik di Layungsari untuk isolasi. Tapi, kami berharap tidak ada yang mengisi," terang Harry.

Harry menambahkan, jelang PSBB berakhir, pihaknya akan lebih menggencarkan sosialsi untuk pengguna protokol kesehatan. Dia menyatakan, pihaknya telah menyiapkan tim untuk sosialisasi yang dijadwalkan seminggu sekali.

"Kami setiap satu minggu melakukan sosialisasi. Kami juga tetap memberikan pengawasan kepada masyarakat yang keluar masuk. Itu terus kami cek," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani