Siaga ‘Pistol’ Melawan Virus Corona
Sejumlah rumah sakit di Jawa Barat bersiap mengantisipasi pasien virus corona. Dari Kota Bandung hingga Kota Bekasi. Ada yang menyiapkan “pistol” segala.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Sejumlah rumah sakit di Jawa Barat bersiap mengantisipasi pasien virus corona. Dari Kota Bandung hingga Kota Bekasi. Ada yang menyiapkan “pistol” segala.
Sudah dua hari ini petugas Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi melakukan aktivitas ekstra. Langkah tambahan ini menyusul merebaknya isu soal virus corona atau novel coronavirus 2019 nCov. Hampir seluruh petugasnya pun kini tak menunjukkan senyum, karena sebagian wajah tertutup masker.
Begitulah langkah RSUD Kota Bekasi mengantisipasi adanya pasien terjangkit virus yang mewabah dari Wuhan, China itu. “Seperti penanganan virus SARS, kita pakai masker N95 dengan APD (alat pelindung diri),” kata Kepala seksi pelayanan RSUD Kota Bekasi, Librianti, akhir pekan lalu.
Sejauh ini, belum ada pasien suspect virus corona. Dinas Kesehatan setempat juga belum memberikan peringatan perihal wabah virus tersebut. “Ketika difteri belum lama ini, ada surat warning dari Dinkes,” katanya.
Sebagai antisipasi, kata dia, RSUD menyiapkan ruang di gedung baru di Jalan Mayor Oking. Sejumlah ruangan di sana bisa dipakai sementara sebagai sarana isolasi sebelum dirujuk ke rumah sakit khusus infeksi di Jakarta.
“Kalau penanganan khusus untuk pasien itu kami belum bisa,” katanya.
Hal serupa juga terlihat di RSUD Al Ihsan, rumah sakit Pemprov Jawa Barat di Kabupaten Bandung. Al Ihsan bahkan membuka posko kesehatan untuk mewaspadai virus yang mengguncang dunia ini.
Wakil Direktur Pelayanan Medik Penunjang dan Keperawatan RSUD Al Ihsan dr Hadri Pramono MARS, menyebutkan posko mulai dibuka sejak Senin (17/1) dan akan melayani masyarakat setiap hari.
“Ini adalah inisiatif kami untuk masyarakat. Nanti di posko ada dokter dan perawat yang stand by 7x24 jam. Posko akan buka sampai ada pemberitahuan selanjutnya dari Kemenkes bahwa masa kewaspadaan corona virus berakhir,” ujar Hadri, Minggu.
Posko bernama Pusat Informasi dan Krisis Center Novel Corona Virus RSUD Al Ihsan ini didirikan di depan pintu masuk instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit milik Pemda Provinsi Jawa Barat tersebut.
Posko berfungsi sebagai tes penyaringan (screening), pusat informasi serta krisis center virus flu misterius yang saat ini sedang mewabah di China.
Nantinya, setiap pasien dan keluarga pasien dengan keluhan seperti demam, batuk pilek, disertai sulit bernapas, akan menjalani pemeriksaan thermal screener.
“Alatnya seperti pistol yang ditempelkan di kulit untuk mengukur suhu tubuh,” kata Hadri merinci.
Jika alat mendeteksi panas badan seseorang di atas 38 derajat, maka yang bersangkutan akan dipisahkan dari kelompok yang lain lalu ditanyai oleh tim dokter tentang riwayat perjalanan sebelumnya.
“Kalau panas badannya di atas 38 derajat, pasti itu penyebabnya virus. Nanti dokter akan nanya apakah baru-baru ini pulang dari China, Singapura, atau negara yang sudah terjangkit lainnya,” katanya.
Jika misalnya sang pasien pernah ada riwayat perjalanan ke negara terjangkit, maka rumah sakit akan menetapkan pasien sebagai suspect coronavirus lalu dimasukkan ke ruangan khusus yang telah disediakan.
“Kami punya satu ruangan khusus dengan tekanan negatif, jadi udara di dalam ruang isolasi tetap steril dan tidak akan mengontaminasi ke luar,” kata Hadri.
Menurut dia, menghadapi coronavirus masyarakat tidak perlu panik tapi tetap harus waspada. Soalnya, hingga kini belum ada informasi yang rinci, jelas, dan pasti mengenai virus ini, baik dari Kementerian Kesehatan, WHO atau China sekalipun.
“Masih simpang siur, tidak ada informasi yang jelas. Namun corona virus mengandung DNA atau untaian genetika yang gampang bermutasi. Kita sudah belajar, Indonesia pernah mengalami pandemi flu babi (H1N1 2009) dan outbreak flu burung (H5N1 2005). Jadi tetap harus waspada,” kata Hadri.
Apalagi, lanjut dia, saat ini Jawa Barat sedang diguyur hujan hampir merata di semua wilayah.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat, rajin berolahraga, serta segera ke puskesmas dan rumah sakit terdekat jika panas badan di atas 38 derajat, apalagi ada batuk pilek dan sukar bernapas.
“Bila mengalami gejala panas badan demam di atas 38 derajat celcius, batuk dan sukar bernapas, disertai riwayat pernah bepergian ke Tiongkok/Wuhan/Singapura atau dari negara terjangkit coronavirus, segeralah diperiksa kesehatannya ke Posko Pusat Informasi dan Krisis Center Coronavirus RSUD Al Ihsan. Jangan menunggu tiga hari dulu,” kata Hadri. (rd dani r nugraha/ing)
Editor : Bsafaat

