Siap-siap! Guru SMK Akan Disertifikasi

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih memiliki tantangan yang besar. Salah satunya, jumlah minim dari lulusan yang terserap dunia kerja.

Siap-siap! Guru SMK Akan Disertifikasi
Direktur Jenderal GTK Kemendikbud Supriano (ketiga dari kiri).
INILAH, Jakarta - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih memiliki tantangan yang besar. Salah satunya, jumlah minim dari lulusan yang terserap dunia kerja.
 
Masalahnya, keahlian yang mereka miliki tidak sama dengan kebutuhan yang dituntut industri. Untuk itu Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (GTK Kemendikbud) mendorong upaya sertifikasi kepada guru-guru SMK di seluruh Indonesia. 
 
Direktur Jenderal GTK Kemendikbud Supriano mengatakan, sebagai bangsa yang akan mendapatkan bonus demografi dalam waktu dekat Indonesia akan tertimpa bencana. Itu jika tidak sanggup memanfaatkan potensi yang dimiliki generasi mudanya termasuk para lulusan SMK. 
 
"Generasi muda masa depan bangsa adalah yang memerlukan kreativitas. Maka banyak sekali potensi-potensi yang harus digali dari mereka," kata Supriano kepada wartawan usai penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Kamis (15/11) sore kemarin. 
 
Agar potensi siswa-siswa SMK mampu dikeluarkan dengan maksimal, maka hal pertama yang harus dilakukan yakni dengan meningkatkan kompetensi yang dimiliki para guru. 
 
Untuk itu, kata Supriano, pihaknya melakukan kerja sama kerja dengan BSNP agar keahlian yang dimiliki para guru selain meningkatkan juga turut tersertifikasi.
 
Supriano menjelaskan, pada tahap satu telah disusun Skema Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 4 untuk 58 Kompetensi Keahlian dan telah disahkan pada 23 Agustus 2017. 
 
Selanjutnya, saat ini merupakan tahap dua telah disusun lagi sebanyak 81 skema sertifikasi kompetensi keahlian untuk guru dan 38 skema sertifikasi untuk tenaga kependidikan.
 
"Semua skema itu untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu semua skema sertifikasi keahlian guru dan tenaga kependidikan itu telah melalui proses validasi dan verifikasi dari BSNP, " katanya. 
 
Menurutnya, jika perubahan zaman tidak diimbangi dengan peningkatan kemampuan para guru maka dikhawatirkan bangsa Indonesia akan semakin tertinggal jauh dari negara-negara lain. 
 
Ide kerja sama sertifikasi keahlian guru SMK dilakukan sebagai upaya peningkatkan kualitas guru produktif dan tenaga kependidikan seperti laboran, teknisi, dan kepala bengkel di SMK. 
 
Sertifikasi, lanjut dia bertujuan untuk memastikan kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang telah didapat melalui proses pembelaran baik formal, nonformal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja.
 
"Guru yang memiliki sertifikasi keahlian yang baik sama artinya dengan bisa membuat mutu pendidikan SMK menjadi semakin bagus. Berarti juga proses pembelajaran di ruang kelas juga akan semakin berjalan dengan baik," pungkasnya.


Editor : inilahkoran