Siap 'Tabrak' Kewenangan Lembaga Lain, Dedi Mulyadi: Bencana Tak Akan Milih-milih!
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan ragu mengambil alih penanganan bencana, meski harus menerobos kewenangan lembaga lain, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Perum Jasa Tirta (PJT).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan ragu mengambil alih penanganan bencana, meski harus menerobos kewenangan lembaga lain, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Perum Jasa Tirta (PJT).
Dedi Mulyadi menyebut, penanganan darurat apalagi bencana tidak bisa dibatasi oleh sekat-sekat birokrasi.
"Kalau gubernur turun jangan dibilang one man show. Nanti kalau saya turun langsung saya sikat semuanya. Karena ini darurat, saya tidak mesti lagi nunggu rapat," tegas Dedi Mulyadi usai Apel Siaga Tanggap Bencana Polda Jabar di Gedung Sate, Rabu 5 November 2025.
Dedi mengaku kerap mendapati penanganan sungai yang menjadi kewenangan pusat macet, karena masalah pembiayaan. Ia mencontohkan kasus di Bogor dan Karawang.
"Di Bogor juga begitu. 'Pak itu kewenangan BBWS'. (Saya bilang) Gak bisa, bereskan! Ini problem," ucapnya.
Dia juga nanti bakal meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jangan menyalahkan Pemprov, bila turut menangani bencana di kawasan milik institusi lain.
Sebab menurutnya, apapun yang berada di wilayah Jabar, meski kewenangannya ada pada lembaga lain, Pemprov berkewajiban membantu.
"Nanti saya mau minta BPK jangan nyalahin provinsi, kalau segala dihajar. Misalnya sungai kewenangan BBWS kita hajar, jangan salahin kita over kewenangan. Bencana nanti tidak akan milih," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

