Siswa Belum Jalani Vaksinasi, SMPN 1 Bojonggede Jalankan PTM Sejak Kemarin
Walaupun para murid belum menjalani vaksinasi Covid-19, SMPN 1 Bojonggede tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak Ra
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bojonggede- Walaupun para murid belum menjalani vaksinasi Covid-19, SMPN 1 Bojonggede tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak Rabu (2/9) kemarin.
Ternyata, hal tersebut tetap diperbolehkan dengan catatan guru sudah tervaksinasi Covid-19 dan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dilakukan secara ketat. Proses vaksinasi para siswa dilakukan sambil PTM Terbatas dijalankan.
"Pertimbangan kami tetap memperbolehkan SMPN1 Bojonggede melaksanakan PTM walaupun para murid belum tervaksinasi Covid-19 secara ketat, karena gurunya sudah divaksinasi, Prokesnya dijalankan secara ketat, prosss vaksinasi tetap dikejar pencapaiannya dan juga mempertimbangkan faktor psikologis para murid yang mulai bosan melaksanakan PTM," ujar Kordinator Bidang Penjaminan Mutu Pendidika dan Kerjasama Kemendikbud Katman ketika ditemui wartawan usai meninjau pelaksanaan PTM di SMPN 1 Bojonggede, Kamis, (02/09/2021).
Kepala Sekolah SMPN 1 Bojonggede Tri Rahayu mengakui bahwa para muridnya belum tervaksinasi Covid-19 secara lengkap, karena dari 1.400 jiwa murid, baru 700 jiwa yang sudah disuntikkan dosis pertama vaksin Covid-19.
"Untuk guru semuanya sudah divaksinasi Covid-19, sementara murid dari 1.400 jiwa baru 700 jiwa yang sudah divaksinasi dosis pertama, untuk mengantisipasi atau mencegah penyebaran wabah Covid-19, selain melaksanakan Prokes Covid-19, kami meniadakan olahraga tim dan juga masih menutup kantin hingga para murid diminta membawa bekal makanan dan minumannya dari rumah," ucap Tri.
Ia menambahkan setiap satu jam sekali, Satgas Penanganan Covid-19 SMPN 1 Bojonggede memberikan himbauan atau mengingatkan para murid untuk tetap melaksanakan Prokes Covid-19.
Baca Juga: Disdik Kota Bogor Matangkan Uji Coba PTM Terbatas, Dimulai Pekan Kedua September 2021
Baca Juga: Disdik Matangkan Uji Coba PTM Terbatas, Dimulai Pekan Kedua September 2021
"Himbauan untuk tetap melaksanakan Prokes Covid-19 ini rutin kami lakukan agar para murid tidak lengah, para guru juga mengatur waktu istirahat dan pulang sekolah agar tidak terjadi kerumunan. Kebiasaan baru ini sudah kami latih sebelumnya saat pelaksanaan uji coba PTM," tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah menuturkan untuk meminimalisir resiko penyebaran wabah Covid-19 di sekolah maka pelaksanaan PTM di tingkat PAUD, TK, SD dan SMP berjalan selama 4 hari dalam seminggu dengan kapasitas 30 hingga 50 persen dari jumlah siswa perkelasnya.
"Kapasitas ruangan untuk PAUD dan TK 30 persen dari jumlah murid, sementara SD dan SMP maksimal 50 persen murid yang melaksanakakan PTM. Pelaksanaan PTM dilakukan dari hari Senin hingga Kamis, lalu Jumat digunakan untuk mengumpulkan tugas yang telah diberikan oleh guru," tutur Juanda.
Ade Yasin selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, plus sekaligus Bupati Bogor Ade Yasin meminta Satgas Penanganan Covid-19 tingkay kecamatan, desa dan kelurahan melakukan monitoring pelaksanaan PTM.
"Pelaksanaan PTM harus dimonitoring pelaksanaan Prokes Covid-19 dan terpenuhi syarat-syarat PTM lainnya, kalau ada pelanggaran atau tidak terpenuhi syaratnya maka akan dievaluasi hingga pelaksanaan PTM bisa dihentikan sementara," pinta Ade. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran

