Skybridge Stasiun Bogor dan Paledang Meleset dari Target, Diharapkan Selesai Akhir Januari 2024
Pemkot Bogor bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung dan PT KAI melakukan pembahasan terkait tindak lanjut pemanfaatan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemkot Bogor bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung dan PT KAI melakukan pembahasan terkait tindak lanjut pemanfaatan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang.
Hal itu dilakukan karena pengerjaan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang ini meleset dari target yang dijadwalkan selesai akhir Desember 2023.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengatakan, pembahasan kali ini terkait kajian fungsional skybridge Stasiun Bogor dan JPO Paledang-MA Salmun.
"Progres pengerjaan pembangunan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang yang saat ini masih berlangsung akan selesai akhir Januari 2024 ini," ungkap Marse, Rabu 10 Januari 2024.
"Informasi dari BTP Bandung sudah memasuki tahap finalisasi dan Insyaallah jika tidak ada hambatan akhir Januari sudah selesai pekerjaanya," tambah Marse.
Marse memaparkan, sedangkan untuk rencana peresmiannya, menunggu Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Karena waktu peresmian skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang pada akhir Januari beririsan dengan Pemilu 2024.
"Kedua, kami masih menunggu data berapa kapasitas, atau daya tampung skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang," paparnya.
Ia juga mengungkapkan, pengerjaan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Paledang ini meleset dari target yang dijadwalkan selesai akhir Desember 2023.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung Defri Gunawan mengatakan saat ini pekerjaan sudah masuk ke pembangunan konstruksi utama skybridge.
"Informasi saat ini progres fisik sudah 36 persen. Dari rencana 35 persen. Target kami paling lambat akhir tahun ini sudah beres," tuturnya.
Defri memastikan, sebelum nantinya skybridge benar-benar digunakan untuk umum, tentunya BTP akan melakukan beberapa tahap pengujian.
"Kenapa harus diuji karena kami ingin masyarakat yang menggunakan Skybridge ini baik umum dan calon penumpang bisa aman," terangnya.
Ia membeberkan, sedangkan untuk menyambungkan skybridge antara Paledang dengan Stasiun Bogor, pelaksanaan pengerjaannya dilakukan pasa saat malam hari dan dini hari. Sebab, jika penyambungan penghubung stasiun Bogor dan Paledang dilakukan pada siang hari akan berdampak pada kemacetan.
"Jadi sudah sepi. Dan untuk dibawahnya kami meminimalkan gangguan kemacetan. Kami akan berkoordinasi dengan Dishub," pungkasnya. (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

