Stasiun Bogor Bakal Ditata, Jalan Dewi Sartika Disiapkan Jadi Jalur Protokol

Pemkot Bogor menyiapkan penataan kawasan Stasiun Bogor mulai 2027. Jalan Dewi Sartika bakal dijadikan jalur protokol dan PKL direlokasi.

Stasiun Bogor Bakal Ditata, Jalan Dewi Sartika Disiapkan Jadi Jalur Protokol
Pemkot Bogor menyiapkan penataan kawasan Stasiun Bogor mulai 2027. Jalan Dewi Sartika bakal dijadikan jalur protokol dan PKL direlokasi.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan penataan kawasan Stasiun Bogor dan sejumlah ruas jalan strategis. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menjadikan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur protokol atau jalur utama Kota Bogor.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memimpin apel yang dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi, serta kepala perangkat daerah hingga lurah dan camat di kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Senin (31/8/2026).

Dedie mengatakan, penguatan penataan Kota Bogor saat ini dilakukan di berbagai sektor, mulai dari jalur hijau, Pedagang Kaki Lima (PKL), jalur protokol, hingga penguatan peran park ranger.

Selain itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan penataan kawasan perlintasan sebidang Jalan MA Salmun serta integrasi kawasan Alun-alun Kota Bogor dengan Stasiun Bogor.

Kawasan Stasiun Bogor Ditata Mulai 2027

Dedie menerangkan, Pemkot Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) direncanakan membuat nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penataan kawasan Stasiun Bogor.

Penataan tersebut mencakup Jalan MA Salmun, Mayor Oking, Kapten Muslihat, Alun-alun, Dewi Sartika hingga Nyi Raja Permas.

"Penataan kawasan tersebut nantinya akan mempertimbangkan integrasi perencanaan antara Pemkot Bogor, PT KAI, dan Balai Besar Teknik Perkeretaapian Jawa Barat untuk menjadikan Stasiun Bogor sebagai hub utama perkeretaapian," kata Dedie.

Proyek penataan kawasan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

Menurut Dedie, konsep penataan tidak hanya menyangkut kawasan sekitar stasiun, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi di Kota Bogor.

Termasuk di dalamnya rencana pengembangan jalur Sukabumi-Cianjur-Padalarang melalui Stasiun Paledang serta perpanjangan relasi Commuter Line hingga Cigombong.

"Jika interkoneksi tersebut terealisasi, kereta jarak jauh dengan titik keberangkatan dari Jakarta dapat dimulai dari Stasiun Bogor atau Paledang," ujarnya.

Jalan Dewi Sartika Bakal Jadi Jalur Protokol

Pemkot Bogor juga menyiapkan perubahan fungsi Jalan Dewi Sartika menjadi jalur protokol atau jalur utama Kota Bogor.

Dedie mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kegiatan yang berpotensi membutuhkan rekayasa lalu lintas.

Dengan menjadikan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur utama, rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan kegiatan di kawasan tersebut diharapkan tidak terlalu mengganggu mobilitas kendaraan.

"Untuk itu, kami juga berencana menjadikan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur protokol atau jalur utama Kota Bogor. Sehingga, apabila dilaksanakan event-event yang berpotensi membutuhkan rekayasa lalu lintas, tidak berdampak besar terhadap mobilitas kendaraan," jelas Dedie.

Selain penataan jalan, Pemkot Bogor juga akan melakukan relokasi PKL dari Jalan Dewi Sartika ke kawasan Jalan Nyi Raja Permas.

Sementara itu, penutupan lintasan sebidang kereta api di Jalan MA Salmun akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan.

Penumpang Kereta Tembus 163 Ribu per Akhir Pekan

Penataan kawasan Stasiun Bogor juga berkaitan erat dengan tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kota Bogor.

Dedie menyebut jumlah penumpang kereta yang datang ke Bogor pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, rata-rata mencapai 163.000 penumpang.

Menurutnya, angka tersebut menjadi catatan rekor pertama dalam sejarah sehingga diperlukan tata kelola kawasan yang lebih baik.

"Penumpang kereta ke Bogor di akhir pekan (Sabtu-Minggu) mencapai rata-rata 163.000 penumpang. Ini catatan rekor pertama dalam sejarah," ungkapnya.

Tingginya jumlah wisatawan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Kota Bogor.

Karena itu, penataan kawasan Stasiun Bogor juga diarahkan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Penataan Tak Hanya di Pusat Kota

Dedie menegaskan, penguatan penataan Kota Bogor tidak hanya dilakukan di kawasan pusat kota.

Penataan juga akan menyasar berbagai sektor di tingkat wilayah, termasuk trotoar atau pedestrian, ketertiban PKL, persampahan, saluran air hingga berbagai fasilitas publik lainnya.

Ia juga meminta penguatan peran park ranger dalam menjaga ketertiban dan keamanan sesuai wilayah kerja serta tugas yang diemban.

"Penguatan penataan tidak hanya berpusat di tengah kota, tetapi juga harus memberikan dampak hingga tingkat wilayah," tutur Dedie.

Ia berharap kerja bersama antara pemerintah di tingkat kota hingga wilayah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Saya yakin, kerja bersama mulai dari tingkat kota hingga wilayah akan memberikan dampak manfaat yang besar bagi masyarakat," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana