SLBN A Gelar Sosialisi Simulasi Pencegahan Virus Corona
Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN A) Pajajaran Kota Bandung menggelar Sosialisasi Simulasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, di lingkungan SLBN A Pajajaran Kota Bandung, pada Jumat (6/3/2020).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN A) Pajajaran Kota Bandung menggelar Sosialisasi Simulasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, di lingkungan SLBN A Pajajaran Kota Bandung, pada Jumat (6/3/2020).
Ada sekitar 87 siswa yang mengikuti kegiatan ini, mulai dari TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB. Selain siswa, beberapa guru, dan orang tua dan pun terlibat dalam kegiatan tersebut.
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pasirkaliki, Bandung Deborah T Ratu mengungkapkan,
pihaknya mendapat undangan dari SLBNA Kota Bandung tentang sosialisasi Corona untuk preventif, dan pencegahannya.
"Jadi memang anak-anaknya juga luar biasa dengan keterbatasan mereka sangat antusuas dalam menerima edukasi tentang kesehatan," papar Deborah.
Dia mengungkapkan, satu persatu siswa diajarkan cara mencuci tangan dengan sabun dan juga menggunakan masker yang baik dan benar. Cuci tangan merupakan langkah mudah dan aman untuk melindungi diri dari virus corona COVID-19, tetapi tidak banyak yang tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar.
Seperti, basahi tangan dengan air, buang sabun pada tangan secukupnya untuk menutupi semua permukaan tangan, gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya, gosok punggung tangan dan sela jari, gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan, genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar, gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun, gosok tangan yang bersabun dengan air mengalir, keringkan tangan dengan lap sekali pakai
Ada peran guru dan kepala sekolah berpengaruh untuk mengajarkan secara detail, spesifik dan detail. Pihaknya yang menjadi tugas guru dan pendidik di kelas, perindividu.
"Kami mengajarkan ada istilah-istilah familiar, keterbatasan bahasa, jarinya mengkuncup istilah lain comot. Jadi ada satu istilah yang mudah mengerti oleh para siswa, yang kecil hinga dewasa. Ngajarinnya susah. Jadi nanti bisa dikembangkan cara cuci tangannya," kata Deborah.
Humas SLBNA Kota Bandung, Tri Bagio menambahkan
pertama SLB ini berhadapan dengan masyarakat. Ketika masyarakat hadir disini guru untuk mengajar siswa tidak lepas dari sentuhan-sentuhan, oleh karena itu memiliki potensi dan risiko.
"Kita lakukan tindakan pencegahan supaya penyebaran tidak sampai ke sekolah. Penting dan kami harus sigap cepat, tujuannya supaya peserta didik, supaya dapat ilmu diterapkan di sekolah, mengecilkan resiko ini," Tri. (Okky Adiana).
Editor : Bsafaat

