Cuek, Sebagian SMPN Tak Gubris Imbauan Disdik Kabupaten Bandung
Imbauan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Juhana melalui Plt Kepala Bidang SMP Djundjunan agar semua sekolah mengevaluasi program study tour nampaknya tak diindahkan beberapa SMPN di Kabupaten Bandung. Salah satunya yang tetap melaksanakan studi tour yakni SMPN 1 Pasirjambu ke Yogyakarta pada Jumat-Minggu pekan ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Imbauan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Juhana melalui Plt Kepala Bidang SMP Djundjunan agar semua sekolah mengevaluasi program study tour nampaknya tak diindahkan beberapa SMPN di Kabupaten Bandung. Salah satunya yang tetap melaksanakan studi tour yakni SMPN 1 Pasirjambu ke Yogyakarta pada Jumat-Minggu pekan ini.
Kepala SMPN 1 Pasirjambu Nanang menuturkan, study tour itu diikuti siswa-siswi kelas 8 sebanyak 165 orang siswa. Jumlah itu ditambah dengan 17 orang pembimbing. Kepergian rombongan siswa dan guru ke Yogyakarta itu menggunakan tiga unit bus yang telah dipesan dari sebuah perusahaam biro perjalanan.
"Ini program dari yang sebelumnya, cuma saya mau membatalkannya sudah tanggung. Soalnya anak-anak semangat sekali mereka menabung. Dari jumlah siswa 384 orang, yang daftar cuma 165 orang siswa. Dan itu sukarela tidak ada paksaan harus ikut. Pemberitahuan ke Disdik sudah dilakukan panitia," kata Nanang, Jumat (6/3/2020).
Selain SMPN 1 Pasirjambu, kegiatan study tour ini juga diduga tetap dilaksanakan beberapa SMPN lainnya di Kabupaten Bandung.
"Saya heran, sekolah masih saja bikin program study tour. Padahal, zaman lagi sulit seperti sekarang ini, eh masih saja bikin kegiatan yang membuat orang tua siswa harus keluar uang banyak. Kejadian mengenaskan dan tragis seperti di Tasikmalaya itu harusnya jadi contoh bagi para penyelenggara pendidikan di Indonesia," kata salah seorang warga Kabupaten Bandung, Adang S.
Seperti diketahui, Plt Kepala Bidang SMP Djundjunan menegaskan Disdik Kabupaten Bandung mengeluarkan imbauan kepada semua sekolah untuk melakukan evaluasi program study tour.
"Kami secara kedinasan sudah mengimbau semua sekolah untuk mengevaluasi program tersebut. Jadi tidak mungkin ada sekolah yang melaksanakannya,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya di Soreang, Selasa (3/3/2020).
Menurutnya, setelah mendapat keluhan dari orang tua siswa. Pihaknya melakukan rapat internal dan mengeluarkan imbauan kepada semua sekolah untuk melakukan evaluasi. (Dani R Nugraha)
Editor : Doni Ramdhani

