SMA Pasundan 1 Gelar Seminar Pembelajaran e-Learning

SMA Pasundan 1 Bandung menggelar seminar pembelajaran e-learning. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM) Paguyuban Pasundan, terus berupaya mengikuti langkah-langkah strategis dalam mengarungi dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia khususnya Jawa Barat.

SMA Pasundan 1 Gelar Seminar Pembelajaran e-Learning
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - SMA Pasundan 1 Bandung menggelar seminar pembelajaran e-learning. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM) Paguyuban Pasundan, terus berupaya mengikuti langkah-langkah strategis dalam mengarungi dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia khususnya Jawa Barat.

Ketua Yayasan Pendidikan Dasar Menengah (YPDM) Paguyuban Pasundan T Subarsyah mengatakan, pandemi Covid-19 saat ini memaksa para guru termasuk siswa melakukan proses belajar mengajar di rumah secara online atau daring.

“Sebetulnya pembelajaran digital ini sudah diantisipasi jauh sebelum terjadi pandemi Covid-19,” kata Subarsyah, Senin (13/7/2020).

Dia menjelaskan, ketika masuk ke dalam era teknologi 4.0 SMA Pasundan 1 Bandung sudah mempersiapkan hal itu. Di antaranya merancang pembelajaran e-learning termasuk virtual class tahun ajaran 2020/2021. Salah satunya, menggelar kegiatan seminar sehari bagi guru khususnya termasuk tenaga kependidikan.

“Tentu saja virtual class perlu didukung oleh layanan-layanan dalam jaringan dan juga luar jaringan. Diantaranya kami support kegiatan yang dilaksanakan oleh SMA Pasundan 1 Kota Bandung. Ternyata perencanaan waktu untuk kegiatan virtual class itu didesak keadaan pandemi Covid-19. Suka tidak suka, siap tidak siap harus melakukan suatu perubahan,” katanya.

Menurutnya guru dan siswa tidak alergi lagi dengan Podcast, YouTube, Instagram, email, dan lainnya. Hal itu sudah menjadi bagian penting dari alat-alat pembelajaran e-learning.

“Tidak ada lagi istilah ruang kelas kurang. Hal itu tidak lagi menjadi bagian penting. Tapi bisa masuk ke wilayah-wilayah virtual. Justru nanti harus siap menghadapi problematikanya," ujarnya.

Selain itu, SMA Pasundan 1 Bandung tetap menyiapkan pelayanan pembelajaran luar jaringan atau luring yang disebut sebagai double sistem. 

“Harapannya bisa mengawal siswa-siswi baru kami, untuk hijrah dari pelayanan berbasis sekolah menuju pelayanan berbasis rumah. Atau kombinasi di antara kedua-duanya. Mudah-mudahan selamat dan sukses untuk sekolah dan personal,” pungkasnya. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani