SMKN 1 Cimahi Jadi Sekolah Maung, Kuota 672 Kursi Tak Cukup Tampung 1.239 Pendaftar
Konsep unggulan Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapat respon luar biasa dari masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Konsep unggulan sekolah maung (Manusia Unggul) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapat respon luar biasa dari masyarakat.
Hal ini terbukti dari lonjakan pendaftaran di SMKN 1 Cimahi, salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai percontohan program tersebut pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Meski pihak sekolah hanya menyiapkan kuota terbatas sebanyak 672 kursi, animo masyarakat jauh melampaui kapasitas yang tersedia.
Meski penutupan pendaftaran pada Jumat (29/5/2026) pukul 21.00 WIB, data yang dihimpun panitia sampai pukul 06.00 WIB menunjukkan angka yang signifikan, tercatat sudah ada 1.239 calon siswa yang mendaftar.
Angka ini menegaskan persaingan untuk masuk ke lembaga pendidikan kejuruan ini sangat ketat, dengan rasio hampir dua pelamar berebut satu kursi kosong.
Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin membenarkan data tersebut. Menurutnya, sejak pagi hari, tepatnya pukul 06.00 WIB kemarin, jumlah pendaftar sudah menembus angka 1.239 orang.
"Angka ini secara nyata sudah melampaui batas daya tampung sekolah yang hanya mampu menampung 672 siswa baru," kata Erwin, Sabtu (30/5/2026).
Erwin menilai, kondisi ini menjadi bukti nyata kepercayaan publik terhadap standar pendidikan yang ditawarkan melalui program Sekolah Maung.
"Sampai jam 6 pagi kemarin saja, tercatat sudah ada 1.239 anak yang mendaftar. Jika dibandingkan dengan kuota yang kita miliki, jumlah ini jelas sudah melebihi kapasitas, karena SMKN 1 Cimahi hanya menyediakan tempat untuk 672 orang saja," bebernya.
Saat ini, terang Erwin, seluruh jajaran panitia tengah fokus menjalani tahap verifikasi berkas yang dinilai memakan waktu cukup lama. Ia menjelaskan, proses ini menjadi tahap penting di mana setiap dokumen yang diunggah akan diperiksa keaslian dan kesesuaian isinya secara teliti.
"Jika ditemukan ketidaksesuaian atau kekurangan data, panitia akan memberikan catatan khusus agar calon siswa segera melakukan perbaikan berkas demi memenuhi syarat administrasi," terangnya.
Erwin menjelaskan, tingkat ketelitian yang tinggi ini membuat waktu pemeriksaan untuk satu berkas saja membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Mengingat jumlah pendaftar yang mencapai ribuan, ia pun meminta pengertian dan kesabaran dari para orang tua maupun wali murid.
"Kami sedang berada di tahap verifikasi berkas. Kami memohon kepada orang tua agar bersabar dan bersedia menunggu, sebab satu berkas saja butuh waktu sekitar 10 menit untuk diperiksa tuntas," ujarnya.
"Semua berkas pasti akan kami periksa satu per satu, dan kami masih terus menampung pendaftar hingga batas waktu yang ditentukan," tambahnya.
Dikatakan Erwin, poin penting yang menjadi pembeda utama pada penerimaan tahun ini, yakni perubahan jalur seleksi. Sesuai aturan yang diterapkan dalam konsep Sekolah Maung, sekolah ini kini hanya membuka pintu seleksi melalui tiga jalur utama, yaitu prestasi akademik, kompetensi non-akademik, serta jalur kompetisi atau kejuaraan akademik.
"Kebijakan ini menghapus jalur masuk yang sebelumnya berlaku seperti jalur afirmasi, zonasi, maupun jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM)," katanya.
Erwin menyebut, data rinci pendaftaran menunjukkan jalur prestasi akademik berbasis nilai rapor menjadi pilihan utama dengan jumlah pendaftar terbanyak, mencapai 1.118 orang.***
Editor : JakaPermana

