SMKN 7 Bandung Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi Kompetensi Farmasi dan Kimia

SMKN 7 Bandung mengikuti uji sertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Satu (LSP-P1) Kompetensi Farmasi dan Kimia.

SMKN 7 Bandung Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi Kompetensi Farmasi dan Kimia
Kampus SMKN 7 Bandung membutuhkan di Jalan Soekarno-Hatta 596. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Bandung mengikuti uji sertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Satu (LSP-P1) Kompetensi Farmasi dan Kimia. Ada 20 sekolah yang mengikuti uji sertifikasi ini, di antaranya Kota Bekasi, Tasikmalaya, bahkan ada dari Provinsi Lampung.

Kepala SMKN 7 Bandung Deudeu Mulyati mengatakan, memang tidak mudah untuk mengakses pembukaan LSP-P1 oleh siswa, ada banyak standar dan regulasi yang harus diterapkan agar dapat mengantongi izin dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Jadi, bukan untuk siswa kami (SMKN 7 Bandung) saja, tapi siswa dari sekolah lain juga membutuhkan," ujar Deudeu di Jalan Soekarno-Hatta 596, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Selasa (29/10/2019).

Dia mengungkapkan, berkat keberanian dan tekad yang kuat, akhirnya sejak tahun ajaran 2017/2018, LSP-P1 SMKN 7 Bandung telah menggandeng 20 sekolah untuk mengikuti uji sertifikasi di sekolahnya.

Secara berangsur-angsur, dari yang awalnya hanya menyertifikasi lulusan farmasi pada tahun ajaran 2017/2018, pada tahun ajaran berikutnya, tepatnya pada Desember 2018, lima jurusan di sekolah tersebut telah bisa melaksanakan uji sertifikasi. Kelimanya, yakni jurusan farmasi klinis dan masyarakat, farmasi industri, analis pengujian laboratorium, kimia tekstil, dan kimia industri.

"Awalnya kan hanya jurusan farmasi. Saat itu, jumlah siswa yang ikut sertifikasi hanya 140 orang. Ketika sudah dibuka untuk sekolah lain, jumlah tersebut bertambah menjadi 1.140 siswa. Jumlah bertambah banyak ketika empat jurusan lain pun bisa menyelenggarakan uji sertifikasi," ungkapnya. (okky adiana)


Editor : suroprapanca