Soal Bantahan 'Inisiatif Membawa Musibah' Ade Yasin, Mulyadi: Membuka Tabir Kejahatan!

Pernyataan Ade Yasin soal dirinya menjadi korban inisiatif membawa musibah (IMB) mendapat tanggapan dari Mulyadi.

Soal Bantahan 'Inisiatif Membawa Musibah' Ade Yasin, Mulyadi: Membuka Tabir Kejahatan!
Bupati Bogor Ade Yasin.

INILAHKORAN, Bogor- Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi mengomentari pernyataan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin soal dirinya menjadi korban inisiatif membawa musibah (IMB).

Ade Yasin yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK belum lama ini menyebut dirinya harus bertanggung jawab atas 'kelakuan' anak buahnya di lingkungan Pemkab Bogor.

Menurut Mulyadi, apa yang disampaikan Ade Yasin itu justru bisa menjadi sebuah momentum bagi penegak hukum agar mengembalikan hak rakyat Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 29 April 2022: Rendy Siap Temani Andin Cari Al, Nyawa Keduanya Dipertaruhkan?

"Hak rakyat Kabupaten Bogor yang selama ini terus terzalimi harus dikembalikan oleh aparat penegak hukum, yaitu dengan membuka tabir kejahatan tata kelola anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor yang sangat kental indikasi korupsi dan penyimpangan," kata Mulyadi kepada wartawan Jumat 29 April 2022.

Mulyadi meminta Ketua BPK RI kembali pada penegakkan dan kewibawaan keberadaan BPK RI dan perwakilannya yang ada di daerah.

Baca Juga: Begini Cara Savage NingNing aespa Balas Perbuatan Haters Setelah Pertunjukannya di Coachella 2022

Dia pun meminta Ketua BPK RI untuk mengaudit kembali laporan keuangan Pemkab Bogor.

"Jika memungkinkan secara aturan, lakukan audit investigasi atas laporan keuangan APBD Kabupaten Bogor pada Tahun Anggaran 2021 dan juga tahun anggaran sebelumnya," pinta Mulyadi.

Kepada pejabat ASN Pemkab Bogor, politisi Partai Geribdra tersebut berpesan jangan terulang jikalau Bupati Bogor harus bertanggung jawab atas kelakuan negatif anak buahnya.
 
"Jika merasa sayang pada Bupati, jika betul itu terjadi ,maka hentikan lah praktek-praktek jahat dan menyimpang tersebut karena sangat menyakitkan dan merugikan masyarakat dan berhenti menframing masyarakat bahwa ibu Bupati tidak salah, ibu Bupati di jebak atau ibu Bupati sedang di dzolimi, jadi hentikan niat dan kelakuan yang menyimpang tersebut. Karena jika semua itu benar maka pernyataan ibu Bupati  terkait IMB, buat rakyat jangan sampai berganti  menjadi inisitif membawa berkah dan bukannua inisiatif membawa musibah," paparnya.

Kepada masyarakat, politisi Partai Gerindra menghimbau untuk berpikir jernih, apakah betul hanya untuk mendapatkan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) saja.

Baca Juga: Saat Berangkat Jaga Jarak, Hyun Bin dan Son Ye Jin Makin Lengket Pulang dari Honeymoon

Atau, lanjut dia, memang terjadi banyak temuan yang terindikasi penyimpangan.

"Masalahnya yang jadi pertanyaan, mengapa hanya terjadi di klaster satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tertentu dan proyek tertentu saja?" tandas Mulyadi.***(Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran