Soal Jalan Tambang, Saran Ridwan Kamil 'Ditolak Halus' Pemkab Bogor

Arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk meminjam dana ke Bank Jabar Banten (BJB) terkait pembangunan jalan khusus tambang ditolak secara halus oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

Soal Jalan Tambang, Saran Ridwan Kamil 'Ditolak Halus' Pemkab Bogor
INILAH, Bogor - Arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk meminjam dana ke Bank Jabar Banten (BJB) terkait pembangunan jalan khusus tambang ditolak secara halus oleh Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.
 
Iwan yang mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menuturkan arahan Ridwan Kamil disampaikan pada Senin lalu, atau ketika dirinya menghadiri Forum Kordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) di Kabupaten Bandung Barat.
 
"Agak sulit kalau Pemkab Bogor yabg harus meminjam dana ke BJB untuk membangun jalan khusus tambang padahal itu kewenangan Pemprov Jawa Barat," tutur Iwan kepada wartawan, Rabu (6/3).
 
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan alasan lainnya, Pemkab Bogor menolak arahan Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil. Itu karena untuk membangun jalan khusus tambang yang memiliki spesifikasi jalan khusus tersebut dibutuhkan dana Rp 9 triliun.
 
"Anggaran untuk membangun jalan khusus tambang di wilayah Kabupaten Bogor ini bisa mencapai Rp 9 triliun hingga kami jika diperbolehkan akan menawarkan investasi ini ke pengusaha atau biayanya ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Jawa Barat," jelasnya.
 
Iwan menambahkan Pemkab Bogor juga sudah mengusulkan ke Pemprov kawa Barat maupun Badan Pengelola Trans Jabodetabek (BPTJ) agar jalan khusus tambang ini berbayar atau layaknya jalan tol.
 
"Kalau nanti jalan khusus tambang ini layaknya jalan tol, maka BUMD Jawa Barat yaitu PT Marga Sarana Jabar bisa mengelola jalan tersebut. Kalau Pemkab Bogor siap membantu membebaskan lahan jalan khusus tambang," tambah Iwan.
 
Pembangunan jalan khusus tambang ini merupakan solusi jamgka panjang atas permasalahan yang disebabkan arus kendaraan truk tambang yang jumlahnya bisa mencapai 3.0000 unit dan berat muatannya bisa mencapai 40 ton.
 
"Pembangunan jalan khusus tambang adalah solusi jangka dan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) berencana akan menunjuk lokasi jalan tambang, lalu melakukan feasibility study (FS) dan membuat Detail Enginering Design (DED)," ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taofik.
 


Editor : inilahkoran