INILAH, Paris - Ole Gunnar Solskjaer berperan penting dalam dua kebangkitan yang akan dicatat dalam sejarah Manchester United. Dia menjadikan sukses Ajax Amsterdam sebagai inspirasi.
Manchester United bangkit di luar dugaan di ajang Liga Champions. Dari ketinggalan 0-2 di kandang sendiri, mereka bangkit untuk menyisihkan Paris St Germain 3-1 di Paris, Rabu (6/3). Mereka lolos berkat produktivitas mencetak gol di kandang lawan.
Solskjaer mengungkapkan dia terinspirasi oleh kebangkitan-kebangkitan hebat yang terjadi di ajang Liga Champions. Sehari sebelumnya, kebangkitan luar biasa juga terjadi saat Ajax Amsterdam menyingkirkan Real Madrid di Santiago Bernabeu.
"Ini Liga Champions. Ini bisa terjadi. Ini terjadi dalam pertandingan Real Madrid versus Ajax Amsterdam. Itulah yang kami bicarakan di dalam tim," katanya.
Tidak hanya pertandingan Real Madrid versus Ajax, kebangkitan hebat juga pernah terjadi sebelumnya. Itu pun dibicarakan Solskjaer bersama timnya.
"Tahun lalu, itu terjadi pada Real Madrid dan Juventus. Tahun sebelumnya pada Paris St Germain dan Barcelona. Kami selalu tahu, tetap ada kemungkinan dan dengan klub ini, kami melakukannya. Begitulah Manchester United," ujarnya.
Yang tak diungkap Solskjaer kepada media adalah kebangkitan luar biasa Manchester United lainnya pada final Liga Champions 1999. Saat itu, Solskjaer pun jadi aktor kebangkitan luar biasa Manchester United.
Ketika itu, pada laga final di Stadion Camp Nou, Barcelona, Manchester United tertinggal 0-1 nyaris selama 90 menit. Mario Basler menjebol gawang Manchester United pada menit keenam dan bertahan hingga waktu normal 90 menit habis.
Tapi, hanya dalam tiga menit injury time, Manchester United membalikkan keadaan. Mereka menghidupkan harapan ketika tendangan kaki kanan Teddy Sheringham di menit ke-91, memanfaatkan bola mental tendangan Ryan Giggs, menembus gawang Oliver Kahn, dari sebuah umpan tendangan pojok.
Lalu, 30 detik setelah permainan kembali berjalan, Manchester United kembali mendapatkan tendangan penjuru. Kiper Peter Schmeichel yang sebelumnya maju ke depan, diperintahkan Alex Ferguson kembali ke belakang, mengawal gawang. Tendangan penjuru David Beckham kembali mengambil tendangan penjuru yang ditahan Sheringham di depan gawang untuk kemudian dicocor Solskjaer ke gawang Bayern Munchen. Gol tersebut tercipta tepat pada waktu 90+2:17 detik, hampir sama seperti saat Marcus Rashford mengeksekusi tendangan penalti yang meloloskan Manchester United ke perempat final.