INILAH, London - Manchester United menghadapi masa yang menentukan. Tiga laga berat ada di depan mata. Ole Gunnar Solskjaer mengaku sudah menyiapkan formasi timnya. Kemungkinan konstan untuk menghadapi Liverpool, Paris St Germain, dan Chelsea.
Di bawah Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United memenangkan sembilan dari 10 pertandingan. Ini rekor cemerlang sejak pelatih Norwegia itu datang ke stadion yang membesarkannya, menggantikan Jose Mourinho yang dipecat Desember lalu.
Setan Merah merangkah ke peringkat kelima dan hanya berselisih dua poin dari Zona Liga Champions. Tapi, mereka kini menghadapi tiga laga berat beruntun yang bakal juga menentukan nasib Solskjaer.
United mengawalinya dengan menjamu raksasa Prancis, Paris St Germain di laga pertama 16 Besar Liga Champions, pekan depan. Enam hari kemudian, mereka melawat ke kandang Chelsea, menghadapi tuan rumah pada babak kelima Piala FA di Stamford Bridge. Menutupnya, Setan Merah kembali ke Old Trafford, dan menghadapi Liverpool di laga penentuan Liga Primer.
Meskipun memiliki banyak opsi pilihan, Solskjaer menegaskan takkan banyak yang berubah dalam timnya nanti. "Kita memiliki banyak cara berbeda untuk memenangkan pertandingan. Dengan skuad kami, saya bisa memilih tim yang cocok dan itulah tim kami," sebutnya.
Solskjaer terus terang, soal strategi ini dia belajar banyak dari mentornya, Sir Alex Ferguson. "Saya tahu pelatih menyukai itu. Saya pun melakukan hal yang sama di Molde," katanya.
Berbeda dengan saat dirinya menangani Cardiff. Ketika itu, jadwal yang dihadapi tak terlalu padat. Selain itu, di Cardiff ambisi terbesar mereka adalah mengamankan satu poin.
"Tapi kini saya harus membuat perencanaan ke depan. Saya kira, saya memiliki tim yang siap bertempur sebulan penuh. Tentu, tergantung performa juga, tapi saya pikir takkan banyak perubahan dalam tim saya," katanya.
Menurutnya, Manchester United harus menempatkan diri pada posisi yang bagus. Selain itu, mereka pun harus mempertahankan performa menawan.
"Kami percaya. Kami yakin dengan diri kami sendiri. Dan kami sudah siap menghadapi pertandingan-pertandingan tersebut dari sekarang," tambahnya.
Formasi yang bakal ditampilkan Solskjaer dalam tiga laga hebat itu takkan berubah dari susunan terkuat yang mungkin dia lakukan. Misalnya, di bawah mistar David de Gea tetap jadi pilihan utama. Di lini pertahanan, kuartet benteng sebelum De Gea bakal ditempati Ashley Young, Luke Shaw mengapit dua bek sentral. Victor Lindelof dan Eric Bailly.
Solskjaer tampaknya juga sudah mantap dengan trio lini gelandang. Mereka adalah Andres Herrera, Nemanja Matic, dan tentu saja Paul Pogba. Ketiganya, terutama Pogba, diharapkan bisa memberikan dorongan bagi trio penyerang yang diisi Jesse Lingard, Anthony Martial, dan Marcus Rashford. Dalam hal ini, dua penyerang lain, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez akan memainkan peran sebagai pelapis.