Sop Telur Puyuh Diduga Pemicu Keracunan MBG di Cirebon, Akun SPPG Digeruduk Warganet
Menu sop telur puyuh dari SPPG Kalijaga 05 Cirebon diduga jadi pemicu keracunan ratusan siswa. Pasca kejadian, akun media sosial SPPG lenyap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa 20 Oktober 2026 terus bergulir.
Di tengah penanganan medis terhadap para korban, perhatian publik kini tertuju pada rincian menu makanan yang disajikan serta lenyapnya keberadaan akun media sosial milik penyedia gizi terkait.
Berdasarkan unggahan pamflet informasi menu resmi yang beredar luas di media sosial, hidangan MBG tersebut disalurkan oleh SPPG Kota Cirebon Harjamukti Kalijaga 05. Menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari nasi, tempe oreg, sayur kol wortel, buah kelengkeng, serta sop telur puyuh.
Sop Telur Puyuh Terasa Asam dan Berbau
Di platform Threads, keluhan warganet serta para orang tua siswa mengarah kuat pada olahan sop telur puyuh. Sejumlah siswa yang dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit melaporkan bahwa telur puyuh dalam olahan sup tersebut sudah berbau tidak sedap dan terasa asam saat dikonsumsi.
Para korban mulai mengeluhkan gejala mual, pusing, muntah-muntah, hingga diare beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Akibatnya, lebih dari 100 siswa terpaksa dilarikan secara bergelombang menggunakan puluhan ambulans ke sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon, seperti RS Siloam Putra Bahagia dan RS Ciremai.
Spekulasi juga bermunculan di kalangan warganet terkait dugaan proses pengolahan dan rantai pasok bahan baku.
Muncul dugaan bahwa bahan telur puyuh dipasok dalam kondisi sudah matang oleh pihak penyedia (supplier) dalam durasi waktu yang cukup lama sebelum dibagikan kepada para siswa, sehingga memicu perkembangbiakan bakteri.
Postingan di Akun Media Sosial SPPG Menghilang
Di sisi lain, publik yang berusaha mencari klarifikasi dan pertanggungjawaban menemukan bahwa postingan diakun media sosial resmi milik penyedia, yakni @sppgkalijaga5 soal menu yang diduga memicu keracunan menghilang.
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan telah mengambil langkah penghentian sementara (suspend) operasional SPPG Kalijaga 5.
Sementara itu, sampel makanan berupa sop telur puyuh dan hidangan lainnya telah diambil oleh dinas kesehatan setempat guna pengujian laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.
Editor : Firda Rachmawati
