Soroti Jam Istirahat Cuma 48 Jam, Ini Alasan OC Gelar Final Piala Presiden 2026 Mepet

Dipertanyakan karena masa rehat hanya 48 jam, OC ungkap alasan jadwal final Piala Presiden 2026 yang mepet. Sudah kantongi izin resmi AFC dan atur strategi ini.

Soroti Jam Istirahat Cuma 48 Jam, Ini Alasan OC Gelar Final Piala Presiden 2026 Mepet
Soroti Jam Istirahat Cuma 48 Jam, Ini Alasan OC Gelar Final Piala Presiden 2026 Mepet

INILAHKORAN.ID - Polemik mengenai padatnya jadwal pertandingan Piala Presiden 2026 sempat meramaikan media sosial. 

Publik menyayangkan jarak waktu antara babak semifinal dan final yang hanya berdurasi 48 jam, sehingga memberikan waktu rehat yang sangat singkat bagi para pemain.

​Menanggapi kritik tersebut, Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Bidang Administrasi Turnamen, Risha Adi Widjaya, memberikan klarifikasi terkait alasan di balik singkatnya jeda waktu istirahat menuju laga puncak.

​Risha menegaskan bahwa penetapan jadwal yang mepet ini bukanlah keputusan sepihak. Pihak penyelenggara telah mengantongi izin resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) melalui surat bernomor AFC/IDN/T2/7612-2026.

​Dalam surat persetujuan tersebut, AFC menyatakan tidak keberatan (no objection) terkait tanggal pelaksanaan maupun lokasi turnamen.

​"Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC, di mana untuk mendapat approval itu kita juga mengirim schedule, regulasi, dan hal-hal administrasi lainnya," kata Risha dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

​​Alasan lain yang dibeberkan OC adalah masa rehat ini tidak diambil secara mendadak. Aturan mengenai jadwal singkat tersebut sudah disosialisasikan hingga tiga kali kepada seluruh klub peserta sejak laga babak grup dimulai.

​Sosialisasi dilakukan melalui team briefing secara daring hingga agenda Match Coordination Meeting (MCM) untuk Grup A dan B. 

Adapun jeda antarpertandingan di babak grup sebelumnya sudah difasilitasi selama tiga hari.

​Guna mengantisipasi kelelahan fisik dan menjaga keselamatan pemain akibat singkatnya jam istirahat, panitia menerapkan kebijakan khusus. 

Mengingat Piala Presiden merupakan ajang pramusim untuk pemanasan menuju kompetisi utama, panitia memperbolehkan setiap tim melakukan pergantian hingga lebih dari 12 pemain.

​Langkah ini diambil agar setiap klub dapat melakukan rotasi maksimal dan meminimalkan risiko cedera tanpa mengurangi kualitas pertandingan.

​"Kami sangat memahami kondisi fisik para pemain. Oleh karena itu, dalam meeting tersebut juga sudah ditegaskan bahwa kami memberikan kebebasan bagi tim peserta untuk mengganti hingga lebih dari 12 pemain dari babak penyisihan menuju babak semifinal," ujar Risha.


Editor : Firda Rachmawati